Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Sejarah

Tahun 1965 M: Usaha Kyai Muh dalam Merangkul Kaum Abangan

05 Oct 2021 Β· 5.219 dibaca · Sejarah

Laduni.ID, Jakarta - Pasca tragedi berdarah tahun 1965 Masehi antara PKI dan kaum santri, banyak masyarakat menolak adanyan kaum abangan di wilayah mereka. Berbagai macam ungkapan kebencian muncul terhadap kaum abangan tersebut, sehingga menimbulkan polemic besar dan menjadi PR kompleks yang harus segera diselesaikan.

Kaum Abangan sendiri memiliki makna yaitu sebutan bagi salah satu kelompok sosial-kultural dalam masyarakat jawa yang cenderung memadukan ajaran Islam dengan unsur-unsur kepercayaan lokal dan tradisi budaya Jawa.

istilah ini mulai populer digunakan unqutk menggambarkan masyarakat yang tidak menganut agama Islam secara ketat atau ritual keagamaannya tidak sesuai dengan Islam yang ortodoks.

Salah satu ulama yang mempunyai peran besar dalam menyatukan kaum abangan dengan kaum santri, khususnya di tanah Jawa ialah Kyai Muh, adik dari KH Abdurrahman Chudlori (Mbah Dur), dan anak dari KH Chudlori, pendiri Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang.

Kyai Muh menjadi pelopor pengintegrasian antara kesenian abangan dengan budaya pesantren

πŸ”’
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β€” tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →