07 Oct 2021 · 14.898 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta – Namanya sering disebutkan sebagai Rabi’ah al-Qaisiyyah dari Basrah, Irak. Lahir tahun 180 H. Nama perempuan ini begitu populer. Ia diingat orang, terutama dalam dunia sufisme, sebagai perempuan Ikon cinta Tuhan (al-Hubb al-Ilahi).
Dalam dunia filsafat Platonisme, cinta semacam ini acap disebut dengan nama “Cinta Platonis”. Sebuah cinta kekaguman yang luarbiasa karena keindahan yang paripurna terhadap sesuatu. Cinta platonis diambil dari nama filsuf terkenal Yunani bernama Plato. Plato menulis definis cinta dalam karyanya, Symposium.
Hampir semua sufi besar menyebut nama Rabi’ah ini, baik dalam karya sastra prosa maupun puisinya. Tokoh perempuan ini mungkin paling banyak ditulis orang, seperti para sastrawan dan para sufi besar. Beberapa t
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+