Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Wuhaib bin Al-Ward
✓ Terverifikasi Tim Riset

Wuhaib bin Al-Ward

wafat 0770 M · 6.954 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Wuhaib bin Al-Ward Ulama Tabiin Mekkah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Wafat 

2          Kepribadian
2.1       Dikenal Wara' dan Hidup Zuhud

3         Kisah-kisah
3.1      Andai Boleh Memilih Waktu Kematian

4       Untaian Nasehat

5       Referensi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1       Lahir

Beliau adalah ulama tabi'in, lahir dan dibesarkan di Mekah, dikatakan bahwa beliau menghabiskan hidupnya dalam beribadah dan berdoa, dan sejumlah karomah dikaitkan dengannya. 

Abu Aminah Abdul Wahab Wuhaib bin Al Ward Al Makki adalah nama asli dari Wuhaib bin Al-Ward ini. Beliau ulama besar sejaman dengan Sofyan Khuzainah (Gurunya Imam Syafi'i). Wuhaib bin Al-Ward adalah salah satu dari empat ulama besar yang diangkat derajatnya oleh Allah SWT karena kehati - hatiannya dalam hal halal dan syubhat makanan yang diterimanya. Empat orang ini diangkat derajatnya oleh Alloh karena makanan halal adalah:

  1. Wuhaib bin Ward
  2.  Ibrohim bin Adham
  3.  Yusuf bin Asbat
  4. Salim Al Khowwas.

1.2       Wafat

Beliau wafat pada Th 153H

2           Kepribadian

2.1       Dikenal Wara' dan Hidup Zuhud

Beliau dikenal sebagai orang yang terlalu waro’ hingga badannya kurus dan mati dalam keadaan kurus. Karena kekurusannya hingga sayuran itu bisa nampak pada perut beliau, beliau juga dikenal sebagai orang yang lebih menyibukkan diri beribadah daripada meriwayatkan ilmu.

3           Kisah-kisah

3.1     Andai Boleh Memilih Waktu Kematian

Telah duduk bersama, tiga ulama’ tabi’in, ahli ibadah, dan ahli zuhud, mereka adalah Sufyan Ats-Tsaury, Yusuf bin Asbath dan Wuhaib bin Al-Ward rahimahumullah, berbicara tentang kematian,

Ats-Tsauri berkata: Saya tidak suka jika mati mendadak sebelum hari ini, akan tetapi hari ini aku mengharapkan kematian.

Yusuf : Mengapa ?

Ats-Tsauri : Karena aku takut fitnah !

Yusuf : Adapun saya, tidak membenci jika masih diberi umur panjang..

Ats-Tsauri : Mengapa engkau membenci kematian?

Yusuf : Agar aku dapat bertemu dengan suatu hari yang aku bertaubat di dalamnya dan beramal shalih. Bagaimana menurut pendapatmu wahai Wuhaib?

Wuhaib : Saya tidak memilih ini dan itu, apa yang aku suka adalah apa yang disukai oleh Allah !

Adapun Sufyan Ats-Tsauri, beliau takut jika dirinya terjebak oleh fitnah zaman dan tipu daya syetan, beliau melihat adanya perubahan dalam perilaku masyarakat, telah terjadi perbedaan antara manhaj salaf dengan manhaj khalaf, sehingga beliau lebih suka jika kematian datang daripada hidup (dalam keadaan terkena fitnah-pent), hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam di dalam Al-Kitab Al-Aziz:

تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+