05 Nov 2021 · 2.385 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Ngawi – KH Achmad Siddiq, Rais Am PBNU 1984-1991, pernah menjelaskan bahwa NU itu bukan seperti koper yang bisa seenaknya ditarik sendiri-sendiri kesana-kemari oleh individu pengurusnya. Dalam konteks Muktamar ke -34 yang, bi idznillah, akan berlangsung 23-25 Desember tahun ini, pernyataan Almaghfurlah tersebut perlu kita sampaikan kembali.
Muktamar NU itu bukan seperti Pilpres, di mana setiap kandidat akan melamar pekerjaan ke rakyat dengan cara menawarkan programnya sendiri-sendiri, lantas timses bergeriliya menjajakan “dagangannya” ini.
Yang terjadi sebenarnya adalah program kerja akan didiskusikan dan ditetapkan oleh peserta Muktamar (disebut muktamirin). Jadi pertarungan gagasan itu ada saat Muktamar nanti. Bukan di luar Muktamar.
Para kandidat idealnya akan meminta para pendukungnya berjuang di Muktamar men
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+