Imam Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa Ulama Muslim Hadramaut Yaman
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Nasab
1.4 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Kepribadian Beliau
4.1 Bersikap Tawadhu dan Dermawan
5 Karomah
5.1 Menyembuhkan Penyakit sekali Usap
7 Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Imam Ubaidillah bin Ahmad bin Isa nama lengkapnya adalah Al-Imam Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-’Uraidhi bin Ja’far Ash-Shodiq, dan terus bersambung nasabnya hingga Rasulullah SAW. Beliau seorang imam yang agung dan dermawan, alim dan berakhlak mulia, penuh dengan sifat-sifat kebaikan dan kemuliaan.
Dinamakan Ubaidillah karena bentuk tasghir dari Abdullah dan beliau suka dipanggil dengan nama tersebut. Beliau hijrah dari Iraq bersama ayahnya ke kota Madinah kemudian ke Hadramut, bersama beliau ikut serta istri dan anaknya yang paling besar bernama Basri yang mengikuti jejak ayahnya dalam menyebarluaskan ilmu dan berda’wah ke jalan Allah swt.
1.2 Riwayat Keluarga
Setelah beliau menetap di kampung Sumal, ia mempersunting gadis setempat. Kemudian ia dikarunia putra dari istri barunya yang diberi nama Jadid. Sebelum Jadid, beliau juga telah dikarunia dua putra dari istri pertamanya yang diberi nama Ismail dan Alawi.
1.3 Nasab
Ubaidillah bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali (dan Fatimah bin Muhammad) bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim
1.4 Wafat
Imam Ubaidillah meninggal dunia pada tahun 383 H, dalam usia 93 tahun. Ia wafat meninggalkan istri dan 3 orang putra yaitu Ismail (Basri), Alawi dan Jadid.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
Beliau pertama mengambil ilmu dari ayahnya, Imam Ahmad. Selain itu, beliau juga mengambil ilmu dari para ulama di kota Mekkah, beliau berguru kepada Syeikh Abu Thalib Al Makki. Di bawah asuhan gurunya, beliau berhasil menamatkan pelajaran dari kitab gurunya tersebut yang berjudul Kitab Guut Al Guluub. Setelah bertahun-tahun menuntut ilmu dari para ulama Mekkah dan Madinah, beliau kembali ke Hadramaut. Setibanya di Hadhramaut, yang disambut hangat oleh sang ayah dan para pelajar di sana, beliau diberi izin oleh ayahnya untuk mengajar dan memberikan fatwa kepada pelajar dan masyarakat setempat.
2.2 Guru-Guru Bel
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

