Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Abdullah bin Umar bin Muhammad bin Ali al-Baidlawi
✓ Terverifikasi Tim Riset

Abdullah bin Umar bin Muhammad bin Ali al-Baidlawi

wafat 1292 M · 6.567 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nama lengkap Abdullah bin Umar bin Muhammad bin Ali al-Baidhawi asy-Syafi’i asy-Syirazi. Nama al-Baidhawi dinisbatkan kepada kota Baidha. Dia sering disebut al-Qadhi

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Biografi Abdullah bin Umar bin Muhammad bin Ali al-Baidlawi

1.         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Wafat

2.         Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2       Guru Beliau

3.         Penerus Beliau

4.         Karya

5.         Referensi

Nama lengkap Abdullah bin Umar bin Muhammad bin Ali al-Baidhawi asy-Syafi’i asy-Syirazi. Nama al-Baidhawi dinisbatkan kepada kota Baidha. Dia sering disebut al-Qadhi. Nama ini dinisbatkan kepada profesinya sebagai qadhi atau hakim. Al-Baidhawi merupakan seorang tokoh muslim Persia yang mempunyai reputasi tinggi karena berpengetahuan luas dan banyak memberikan sumbangsih terhadap perkembangan kemajuan dunia Islam dengan menghasilkan berbagai karya dalam beragam bidang ilmu keagamaan, khususnya dalam bidang ilmu tafsir.

1.         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir

Al-Baidhawi lahir di Baidha pada abad ke 7 H/12 M. Dia hidup dan dibesarkan dilingkungan penganut Sunni bermazhab fiqih Syafi’i, yang juga dikelilingi oleh penganut Syi’ah dan Mu’tazilah. Dia tumbuh menjadi penganut mazhab Syafi’i yang fanatik. Hal ini bisa dilihat pada setiap pemikirannya yang cenderung membela mazhab Ahlusunnah atau Sunni.

1.2       Wafat

Beliau Abdullah bin Umar bin Muhammad bin Ali al-Baidlawi wafat di Tabriz pada tahun 691 H.

2.        Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1      Perjalanan Menuntut Ilmu

Pendidikan al-Baidhawi dimulai sejak dia masih kecil. Dia berguru kepada ayahnya yaitu Imam Abu al-Qasim ‘Umr bin Muhammad bin ‘Ali; seorang hakim agung di Persia. Al-Baidhawi termasuk penuntut ilmu saleh, rajin dan ulet. Hampir semua cabang keilmuan yang ada di zamannya dia pelajari secara serius, seperti ilmu fiqih dan ushul, mantiq, filsafat, kalam (teologi), adab (sastra), dan bahasa Arab beserta cabangnya. Sehingga dia dikenal sebagai seorang faqih (pakar fiqih), muhaddits (pakar hadis), mufassir (pakar tafsir), pakar ilmu kalam (teologi) dan ahli ilmu Ushul. Selain itu, dia juga memiliki retorika yang bagus, sehingga dia pandai berbicara dan berdebat saat diskusi.

2.2       Guru Beliu

Guru-guru al-Baidhawi:

  1. Ayahnya yaitu Imam Abu al-Qasim ‘Umr bin Muhammad bin ‘Ali al-Baidhawi (w. 675 H): Seorang ahli fiqih penganut mazhab Syafi’i. Beliau banyak belajar pada ayahnya dalam masalah fiqih dan penganutan mazhab.
  2. Syaikh Syarif al-Din ‘Umr al-Busyakaniy al-Zakiy (w.680 H).
  3. Syaikh Muhammad bin Muhammad al-Kahtai al-Shufi (sahabat al-Baidhawi)

 3.        Penerus Beliau

Al-Baidhawi memiliki banyak murid yang belajar padanya, murid-muridnya yang terkenal sebagai ulama adalah sebagai berikut:

  1. Syaikh Imam Fakhr al-Din Abu al-Mukaram Ahmad bin Hasan al-Harirdi (w.746 H): Ulama yang menuliskita syarh atas kitab Manahij Fi Ushul Fiqh karya al-Baidhawi.
  2. Syaikh Kamal al-Din Abu al-Qasim ‘Umar bin Ilyas bin Yunus al-Marag

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+