Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Jauhar Arifin
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Jauhar Arifin

lahir 1868 M · 10.549 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muhammad Jauhar Arifin Ulama Nahdlatul Ulama Cirebon Jawa Barat

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Masa Menuntut Ilmu
2.2       Guru-Guru Beliau
2.3       Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Anak-anak Beliau
3.2       Murid-murid Beliau

4          Karya, dan Karier 
4.1       Karya-karya Beliau
4.2       Karier Beliau

5          Referensi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1       Lahir
KH. Muhammad Jauhar Arifin yang biasa akrab disapa dengan Kyai Johar/Mbah Johar, lahir di desa Balerante, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada tanggal 28 Maret 1868 M. Beliau terlahir dari pasangan Kyai Abdul Majid dan Nyai Hj. Arniyah (biasa disapa Mbok Ompong). Ayah beliau adalah seorang pengasuh pondok pesantren Balerante (nama pesantren sebelum dirubah menjadi pondok pesantren Al-Jauhariyah), sedangkan ibunya adalah seorang Ibu rumah tangga sekaligus selalu membantu suaminya dalam mengasuh pesantren.

Menurut KH. Muhammad Faqih (cucu KH. Muhammad Jauhar Arifin), nama kecil dari Kyai Jauhar adalah Ilyas. Beliau berganti nama dengan nama Muhammad Jauhar Arifin sejak beliau menempuh pendidikannya di Makkah.  Kyai Jauhar merupakan anak ke-6 dari tujuh bersaudara yakni: Kyai Jawahir, H. Dul, H. Maemun, Nyai Widah, Nyai Muksinah, KH. Muhammad Jauhar Arifin dan Nyai Rumilah.

1.2       Riwayat Keluarga
Semasa hidupnya KH. Muhammad Jauhar Arifin menikah dengan tujuh orang wanita. Namun dari sekian banyaknya jumlah istri Kyai Jauhar, tidaklah istri-istri beliau berkumpul menjadi satu, melainkan hanya empat orang istri. Hal ini menunjukan bahwa kyai Jauhar tidak melanggar hukum syariat Islam, sebagaimana yang telah dijelaskan pada ayat Al-Qur’an di atas. Di antara istri-istri KH. Muhammad Jauhar Arifin ada istri beliau yang meninggal dan bercerai yang kemudian beliau menikah lagi. Selain itu, ada juga satu orang istri beliau yang dinikahi atas jalan wasiat yaitu Nyai Salimah. 

Perempuan yang pertama dinikahi KH. Muhammad Jauhar Arifin adalah Nyai Hindun yang merupakan putri dari KH. Hasan Jones. Pernikahannya berlangsung atas restu kedua orang tuanya pada tahun 1890 disaat beliau sedang menimba ilmu di pondok Sukun Sari Plered. Dari pernikahannya dengan Nyai Hindun tersebut beliau dikaruniai tiga orang anak, yaitu Nyai Aisyah, KH. Ridwan dan KH. Amin. 

Istri kedua dari KH. Muhammad Jauhar Arifin adalah Nyai Salimah. Nyai Salimah merupakan keponakan dari Nyai Hindun. Pernikahan ini atas jalan wasiat dari bibinya yaitu Nyai Hindun. Sebelum wafatnya, Nyai Hindun berwasiat kepada Nyai Salimah untuk menikah dengan Kyai Jauhar. Kemudian akad pernikahan KH. Muhammad Jauhar Arifin dengan Nyai Salimah dilangsungkan  setelah wafatnya Nyai Hindun dan diselenggarakan di rumah mempelai wanita yakni di desa

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+