10 Jan 2022 ยท 3.391 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta – Di akhir zaman ini, lebih sulit menemukan orang yang benar-benar cerdas ketimbang orang bodoh. Orang cerdas akan cenderung menutupi kecerdasannya, hal tersebut dikarenakan sifat rendah hati yang ditampakkan. Berbeda dengan orang bodoh yang selalu menunjukkan kebodohannya.
Gus Dewa, Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Patemon, Probolinggo, Jawa Timur dalam unggahan Facebook terbarunya (10/1/2022) menjelaskan cara membedakan antara orang cerdas dengan orang bodoh.
ูุงู ุฃุจู ุงูุฏุฑุฏุงุก ูุง ุฃูู ุฏู ุดู ูุง ูุบุฑููู ุธุฑู ุงูุฑุฌู ูุฏูุงุคู ููุตุงุญุชู ูุฅู ูุงู ู ุน ุฐูู ูุงุฆู ุงูููู ุตุงุฆู ุงูููุงุฑ
Sahabat Abu Darda' (w. 32 H) berkata:
“Wahai penduduk Dimasyqi jangan kalian tertipu dengan kesopanan, kepandaian, kefasihan seseorang walaupun ia ahli ibadah malam dan puasa di siang harinya.”
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+