13 Jan 2022 Β· 37.118 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Dalam khazanah spiritual Islam, mencintai dan memuliakan para wali bukanlah sikap berlebihan, apalagi bentuk pengkultusan. Tradisi ini berakar kuat dalam ajaran iman itu sendiri. Sebab, para wali pada hakikatnya adalah hamba-hamba pilihan yang didekatkan Allah kepada-Nya. Dasarnya adalah kedalaman iman dan ketulusan takwa mereka. Bukan karena garis keturunan atau klaim-klaim lahiriah belaka, seperti kebanyakan orang meyakininya begitu.
Dalam tradisi keislaman Nusantara, yang berkelindan dengan adab, budaya, dan laku batin, para wali selalu ditempatkan sebagai suluh rohani. Mereka adalah guru sekaligus menjadi cermin bagaimana iman diterjemahkan menjadi akhlak dan kasih sayang. Karena itu, memuji dan mencintai wali sejatinya adalah memuliakan nilai-nilai yang mereka hidupkan, yakni keimanan, ketakwaan, keikhlasan, dan pengabdian total kepada Allah SWT.
Al-Qur’an sendiri memberikan definisi yang sangat jernih tentang siapa yang layak disebut sebagai wali Allah. Allah SWT berfirman:
Ψ£ΩΩΩΨ§ Ψ₯ΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΩΩΩΩΨ§Ψ‘Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ§
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+