Derajat Ibu Melampaui Kewalian Tujuh Puluh Wali Quthub
Laduni.ID, Jakarta - Dalam khazanah spiritual Islam, mencintai dan memuliakan para wali bukanlah sikap berlebihan, apalagi bentuk pengkultusan. Tradisi ini berakar kuat dalam ajaran iman itu sendiri. Sebab, para wali pada hakikatnya adalah hamba-hamba pilihan yang didekatkan Allah kepada-Nya. Dasarnya adalah kedalaman iman dan ketulusan takwa mereka. Bukan karena garis keturunan atau klaim-klaim lahiriah belaka, seperti kebanyakan orang meyakininya begitu.
Dalam tradisi keislaman Nusantara, yang berkelindan dengan adab, budaya, dan laku batin, para wali selalu ditempatkan sebagai suluh rohani. Mereka adalah guru sekaligus menjadi cermin bagaimana iman diterjemahkan menjadi akhlak dan kasih sayang. Karena itu, memuji dan mencintai wali sejatinya adalah memuliakan nilai-nilai yang mereka hidupkan, yakni keimanan, ketakwaan, keikhlasan, dan pengabdian total kepada Allah SWT.
Al-Qur’an sendiri memberikan definisi yang sangat jernih tentang siapa yang layak disebut sebagai wali Allah. Allah SWT berfirman:
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp1.400.000
Rp389.000
Rp98.000
Rp53.100
Memuat Komentar ...