17 Jan 2022 Β· 23.763 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta – Saat berkesempatan sowan ke Gus Qayyum pada 7 syawal 1439 H bertepatan 21 Juni 2018 M di Lasem, Jawa Tengah, biqadarillah saat itu di ruang tamu Gus Qayyum juga ada Kiai Musthafa bin Musthafa keponakan Kiai Hamid Pasuruan, beliau mengasuh pesantren Raudlatul Musthafa di Pasuruan, Jawa Timur.
Di tengah obrolan, Gus Qayyum menyodorkan kepadanya buku saya yang berjudul ‘ulama indonesia al-makkiyin wa juhuduhum al-da’awiyyah min alqarn 17-20 M’ (bahasa arab) dan juga terjemahnya yang sudah diterbitkan pustaka compass dengan judul ‘Jalan Dakwah Ulama Nusantara di Haramain abad 17-20 M’.
Sambil membuka atau membaca sekilas kedua buku tersebut, kemudian beliau menanyakan beberapa hal terkait ulama-ulama nusantara yang tertulis pada buku saya. Disela itu, yang menjadi menarik perhatianku adalah ketika Kyai alumni pesantren Tremas mengisahkan kisah istimewa yang belum pernah saya dengar sebelumnya tentang ibu kandung Syaikh Muhammad Mahfuzh al-Tarmasi.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+