18 Jan 2022 · 3.301 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Seorang murid tampak murung. Hari-harinya kini dipenuhi keluh dan kelam. Wajahnya yang dulu cerah karena zikir dan belajar, kini redup oleh tumpukan masalah. Melihat hal itu, sang Guru Sufi datang menghampirinya dan bertanya dengan penuh kelembutan:
“Kenapa kau selalu murung, wahai anak muridku? Bukankah masih banyak keindahan di dunia ini? Ke mana wajah syukurmu pergi?”
Murid itu menjawab lemah, “Wahai Guruku, hidupku akhir-akhir ini penuh dengan masalah. Seolah tiada hentinya datang silih berganti. Hatiku lelah dan sulit untuk sekadar tersenyum.”
Sang guru hanya tersenyum, lalu berkata, “Kalau begitu, ambillah segelas air dan dua genggam garam, bawalah ke mari.”
Dengan langkah gontai, si murid menuruti perintah. Ia kembali dengan gelas dan garam. Sang guru lalu memintanya memasukkan segenggam garam ke dalam gelas, lalu meminum airnya.
Baru satu tegukan, wajah murid itu mengernyit.
“Masin, wahai Guru… perutku jadi mual,” ujarnya.
Sang g
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+