Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Imam Muzani Bunyamin
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Imam Muzani Bunyamin

1951 – 2009 M · 6.009 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Imam Muzani Bunyamin Ulama Nahdlatul Ulama Kebumen Jawa Tengah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-Guru Beliau
2.3       Mendirikan dan mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Anak-anak Beliau
3.2       Murid-murid Beliau

4          Organsisasi dan Karier
4.1       Riwayat Organisasi
4.2       Karier Beliau

5          Referensi


1         Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1       Lahir
KH. Imam Muzani lahir di Desa Susukan (Cirebon) pada 11 September 1951. Sosok yang akrab disapa Kiai Muzani ini adalah perintis Pondok Pesantren Darussa'adah, yang beralamat di Bulus Kritig, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen.

Muzani merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara, putra pasangan KH. Bunyamin dan Nyai Sa’adah. Sang ayah adalah Pendiri Pondok Pesantren ’Ulumuddin di Desa Susukan, Kabupaten Cirebon.

1.2       Riwayat Keluarga
Pada Agustus tahun 1975, KH. Imam Muzani menikahi Nyai Siti Ngasiroh binti KH. Durmuji. Siti Ngasiroh adalah putri kedua KH. Durmuji Ibrahim, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum, Lirap Kebumen.

Dari pernikahan dengan Nyai Siti Ngasiroh, KH. Muzani dikaruniai delapan orang anak: Kiai Agus Imam Sibaweh, Nyai Nur ‘Afifatul Khoiriyyah, Nyai Lulu’ Lutfiyatul Fajriyah, Kiai Fauzan Fathullah, KH Ahmad Adib Amrullah Lc, Agus Nabil Kholili, Agus Ahmad Labibul Umam MPd, dan Ning Alfi Alifatul Ma’lufah.

1.3       Wafat
KH. Imam Muzani meninggal dunia pada 9 September 2009, bertepatan dengan 19 Ramadhan 1430.

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
Semasa kecil KH. Imam Muzani mengaji Al-Qur’an kepada kakeknya, KH. Abdul Syukur. Adapun pengetahuan agama diperolehnya dari sang ayah, KH. Bunyamin.

Selain fasih membaca Al-Qur’an dengan di usia relatif muda, KH. Imam Muzani remaja sudah menguasai Kitab Alfiyah Ibnu Malik dan Fathul Mu’in.

Konon, di masa kecil beliau biasa berjalan kaki atau naik sepeda dari satu desa ke desa lain sembari nglalar (Jawa: mengulang hafalan) nadzam Alfiyah Ibnu Malik.

Setelah menguasai dasar-dasar ilmu nahwu dan fikih, pada 1968 KH. Imam Muzani memulai perjalanan tholabul ‘ilmi. Pesantren yang sempat disinggahi antara lain Pondok Pesantren Lirboyo dan pesantren Al Falah Ploso Kediri (1970). Di sana beliau berguru kepada KH. Idris Marzuki, KH. Jazuli Utsman, dan para masyayikh Ploso lainnya.

Selanjutnya, nyantri di Pesantren Al-Falah Ploso Kediri (1972). Di sana dirinya berkawan dekat dengan KH.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+