Laduni.ID, Jakarta – Kita terlalu sibuk dengan urusan politik, soal ekonomi dalam negeri, persoalan radikalisme, intoleransi bahkan sibuk memperhatikan ujaran kebencian antar satu dengan lainnya, antar pribadi dengan kelompok, golongan dan suku. Kita pun melihat perkembangan global, dari soal pandemi hingga endemik virus. Terlalu fokus melihat itu semua, tanpa menoleh perhatian kita pada soal kemanusiaan, pada aspek sosial dan yang lebih harus diperhatikan adalah laju pesat pertumbuhan kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi di sekitar kita.
Di sekeliling kita ada petani, nelayan, pedagang, buruh serabutan, sopir dan tukang ojek. Mereka hidup dengan peluh bercucuran, peras keringat banting tulang, hanya untuk keluarga. Sebuah perjuangan hidup, perjuangan menyambung nafas. Tidak untuk dihargai dan tidak pula untuk diakui, tetapi kehadiran mereka ternyata adalah kekuatan suatu negeri, roda ekonomi dapat berjalan karena gigihnya mereka untuk bisa bertahan dalam kerasnya persaingan hidup.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+