09 Feb 2022 ยท 1.322 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta – Diskusi yang tidak pernah tuntas tentang perempuan adalah hukum seorang perempuan menjadi pemimpin dalam masyarakat. Ada banyak pendapat tentang masalah ini. Sebagian menyatakan bahwa, tidak masalah jika perempuan tersebut memang memiliki kemampuan (skill dan leadership) untuk menjadi seorang pemimpin seperti dikatakan di dalam al-Quran al-Taubah:71:
ูุงูู ุคู ููู ูุงูู ุคู ูุงุช ุจุนุถูู ุฃูููุงุก ุจุนุถ ูุฃู ุฑูู ุจุงูู ุนุฑูู ูููููู ุนู ุงูู ููุฑ ููููู ูู ุงูุตูุงุฉ ููุคุชูู ุงูุฒููุฉ ููุทูุนูู ุงุงููู ู ุฑุณููู ุฃููุฆู ุณูุฑุญู ูู ุงุงููู ุงู ุงุงููู ุนุฒูุฒ ุญููู
Artinya: “Dan orang beriman lelaki dan perempuan sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh untuk mengerjakan yang makruf, mencegah yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Taubah: 71)
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+