12 Mar 2022 · 3.891 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta – Bermula dari obrolan biasa selepas tahlilan di Kampung Ragas, Purwadadi, kebiasaan saya ingin mendengar cerita atau riwayat tokoh yang berkait dengan daerah tersebut, sebab daerah juga ada korelasinya dengan kronologi kesejarahan tertentu. Pitutur memang tidak langsung disebut sejarah, karena tidak berbasis data atau manuskrip. Namun pitutur menjadi pintu masuk untuk mengenali objek sejarah tersebut. Alat menggali tumpukan dan alat mengumpulkan ceceran sejarah tentu di antaranya pitutur (volklore). Meski bukan inti sejarahnya.
Dalam hal ini, ada yang menarik soal nama Ragas, nalar saya selalu menghubungkan Ragas dengan nama pohon yang jika disentuh bisa gatal kulit kita. Tapi ternyata bukan. Nama Ragas tidak saja ada di Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, atau di Kecamatan Carenang (Ragas Masigit), namun ada pula di Kecamatan Bojonegoro yaitu Ragas Grenyang. Mungkin pula nama Ragas itu ada di berbagai tempat, dan itu selalu identiknya nama pohon.
Adalah sahabat saya, asli Ragas Desa Purwadadi bernama Sa'rani (berambu
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+