25 Mar 2022 · 2.384 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Apabila ada orang yang melakukan kesalahan, maka apakah seharusnya dia disanggah dan diingatkan kekeliruannya di depan publik ataukah secara privat empat mata saja? Bila pertanyaan ini ditanyakan ke orang awam, mungkin yang Anda dapatkan adalah satu jawaban yang menggeneralisir, dan bahwa hal itu tidaklah tepat. Yang benar adalah diperinci sesuai dengan kasusnya, sebagai berikut:
1. Kasus kesalahan pribadi yang tidak melibatkan orang lain
Kasus semacam ini biasanya tentang pelanggaran haqqullah (aturan Allah) semisal tidak shalat, tidak berpuasa, berzina, mabuk-mabukan dan lain-lain. Yang demikian ini masih terbagi menjadi dua:
Pertama, disembunyikan oleh pelakunya. Apabila kesalahan itu jelas-jelas disembunyikan oleh pelakunya, maka aib semacam ini tidak boleh diumbar. Yang ingin menasihati harus melakukannya diam-diam, tidak di depan umum apalagi sambil direkam lalu diupload. Dalam konteks inilah berbagai Hadis tentang menutup aib berlaku. Siapa yang menutup aib saudaranya, maka Allah juga
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+