Syekh Ibnu Atha’illah atau syekh ibnu Muhammad Ibnu Atha’illah As-Sakandari lahir di iskandariah Mesir pada 648 / 1250 M.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Syekh Ibnu Atha’illah
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2 Guru Beliau
3. Kitab Al-Hikam Ibnu ‘Atha’illah
4. Pemikiran Thariqat Ibnu ‘Athaillah
5. Tingkatan Maqam Sufi Menurut Ibnu Atha’illah
6. Karya Beliau
7. Referensi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Syekh Ibnu Atha’illah atau syekh ibnu Muhammad Ibnu Atha’illah As-Sakandari lahir di iskandariah Mesir pada 648 / 1250 M.
1.2 Wafat
Syekh Ibnu Atha’illah wafat pada tahun 709 H. Beliau dimakamkan di pemakaman Al-Qorrofah Al-Kubra.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
Sejak kecil, Ibnu ‘Atha’illah dikenal gemar belajar. Ia menimba ilmu dari beberapa syekh secara bertahap. Gurunya yang paling dekat adalah Abu Al-Abbas Ahmad ibnu Ali Al-Anshari Al-Mursi, murid dari Abu Al-Hasan Al-Syadzili, pendiri tarikat Al-Syadzili. Dalam bidang fiqih ia menganut dan menguasai Mazhab Maliki, sedangkan di bidang tasawuf ia termasuk pengikut sekaligus tokoh tarikat Al-Syadzili.
2.2 Guru Beliu
Guru-guru Syekh Ibnu Atha'illah:
- Abu Al-Abbas Ahmad ibnu Ali Al-Anshari Al-Mursi
3. Kitab Al-Hikam Ibnu ‘Atha’illah
Kitab ini dikenali juga dengan nama al-Hikam alAta’illah untuk membedakannya daripada kitab-kitab lain yang juga berjudul Hikam. Syekh Ibnu Atha’illah menghadirkan Kitab Al-Hikam dengan sandaran utama pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Guru besar spiritualisme ini menyalakan pelita untuk menjadi penerang bagi setiap salik, menunjukkan segala aral yang ada di setiap kelokan jalan, agar kita semua selamat menempuhnya.
Kitab Al-Hikam merupakan ciri khas pemikiran Ibnu Atha’illah, khususnya dalam paradigma tasawuf . Di antara para tokoh sufi yang lain seperti Al-Hallaj, Ibnul Arabi, Abu Husen An-Nuri, dan para tokoh sufisme falsafi yang lainnya, kedudukan pemikiran Ibnu Atha’illah bukan sekedar bercorak tasawuf falsafi yang mengedepankan teologi. Tetapi diimbangi dengan unsur-unsur pengamalan ibadah dan suluk, artinya di antara syari’at, tarikat dan hakikat ditempuh dengan cara metodis. Corak Pemikiran Ibnu Atha’illah dalam bidang tasawuf sangat berbeda dengan para tokoh sufi lainnya. Ia lebih menekankan nilai tasawuf pada ma’rifat.
Kitab Al-Hikam adalah sebuah bentuk perlawanan terhadap realitas dunia yang terjadi saat ini. Di era globalisasi seperti sekarang, kita tidak bisa lepas dari pergaulan global yang keras, saling sikut sana-sini. Dan dunia
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

