Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Artikel Keagamaan

Hukum Khatib Duduk di Antara Dua Khutbah

10 Jun 2022 · 14.207 dibaca · Artikel Keagamaan

Laduni.ID, Jakarta - Menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafiiyah, duduk di antara dua khutbah merupakan bagian syarat-syarat khutbah Jumat. Oleh karena itu, jika seorang khatib tidak duduk di antara dua khutbah, baik sengaja atau lupa, maka khutbahnya dihukumi tidak sah. Jika ia hanya diam berdiri tanpa duduk di antara dua khutbah, maka khutbahnya tidak sah.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Imam Syairazi dalam kitab al-Muhazzab berikut;

ومن شرطهما القيام مع القدرة ، والفصل بينهما بجلسة ; لما روى جابر بن سمرة قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم يخطب قائما ثم يجلس ثم يقوم ويقرأ آيات ويذكر الله – تعالى – ، ولأنه أحد فرضي الجمعة ، فوجب عليه فيه القيام والقعود كالصلاة

“Sebagian dari syarat dua khutbah Jumat adalah berdiri jika mampu, juga dipisah di antara keduanya dengan duduk. Hal ini berdasarkan riwayat Jabir bin Samurah, dia berkata, ‘Nabi Mhammad SAW berkhutbah dalam keadaan berdiri, kemudian duduk, kemudian berdiri dan membaca ayat-ayat al-Qur’an dan berzikir kepada Allah. Juga k

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →