Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Subkhi Parakan
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Subkhi Parakan

1850 – 1959 M · 11.539 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Subkhi Parakan adalah salah satu Kiai NU yang jadi sumber spirit dan penyemangat para pejuang Hizbullah dan Sabilillah di garis depan perlawanan terhadap agresor penjajah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-guru Beliau
2.3       Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Murid-murid Beliau

4          Jasa, Organisasi dan Karier
4.1       Jasa Beliau
4.1.1    Membentuk Laskar Barisan Muslimin Temanggung (BMT)
4.1.2    Memprakarsai Berdirinya PCNU Temanggung
4.2       Organisasi Beliau
4.3       Karier Beliau

5          Chart Geneology
5.1       Chart Geneology Guru Beliau
5.2       Chart Geneology Murid Beliau

6        Referensi

1 Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Subkhi lahir di Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, sekitar tahun 1850. KH. Subkhi, atau sering disebut dengan Subeki, merupakan putra sulung Kiai Harun Rasyid, penghulu masjid di kawasan ini. KH. Subkhi kecil bernama Muhammad Benjing, nama yang disandang ketika lahir. Setelah menikah, nama ini diganti menjadi Somowardojo,  kemudian nama ini diganti ketika naik haji, menjadi KH. Subkhi.

Kakek KH. Subkhi, Kiai Abdul Wahab merupakan keturunan seorang Tumenggung Bupati  Suroloyo Mlangi, Yogyakarta. Kiai Abdul Wahab inilah yang menjadi pengikut Pangeran Dipanegara, dalam periode Perang Jawa (1825-1830). Ketika laskar Dipanegara kalah, banyak pengikutnya yang menyembunyikan diri di kawasan pedesaan untuk mengajar santri. Jaringan laskar kiai kemudian bergerak dalam dakwah dan kaderisasi santri.

1.2  Wafat
Beliau wafat pada tanggal 6 April 1959 saat usianya 100 tahun.

2  Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1   Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Subkhi kecil dididik oleh orangtuanya, dengan tradisi pesantren yang kuat. Beliau kemudian nyantri di pesantren Sumolangu, asuhan Syekh Abdurrahman Sumolangu (ayahanda Kiai Mahfudh Sumolangu, Kebumen). Dari ngaji di pesantren inilah, KH. Subkhi menjadi pribadi yang matang dalam ilmu agama hingga pergerakan kebangsaan.

2.2  Guru-guru Beliau
Guru-guru beliau saat menempa ilmu, di antaranya:
1. Kiai Harun Rasyid
2. Syekh Abdurrahman Sumolangu

2.3  Mengasuh Pesantren
KH. Subkhi adalah pengasuh Pesantren Parakan Kauman, Kabupaten Temanggung.

Setelah kembali ke pesantrennya, beliau mengajar

Sumber: https://jabar.nu.or.id

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+