Bubur Suro dan Asyura: Asal-Usul Tradisi 10 Muharam
Laduni.ID, Jakarta - Setiap memasuki bulan Muharam, khususnya pada tanggal 10 Muharam atau Hari Asyura, umat Islam di berbagai daerah memiliki beragam tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun. Selain melaksanakan puasa sunah Asyura, banyak masyarakat yang memperbanyak sedekah, menyantuni anak yatim, serta mengadakan kegiatan sosial dan kebersamaan. Di antara tradisi yang masih lestari hingga kini adalah pembuatan Bubur Suro atau Bubur Asyura.
Tradisi ini tidak sekadar menjadi bagian dari budaya kuliner, melainkan juga mengandung nilai sejarah, spiritualitas, dan solidaritas sosial yang berakar dalam khazanah Islam.
Bubur Suro adalah hidangan bubur yang dibuat dari berbagai jenis bahan makanan, terutama biji-bijian dan hasil bumi yang dicampur menjadi satu. Komposisinya berbeda-beda di setiap daerah, namun umumnya terdiri atas beras, kacang-kacangan, umbi-umbian, santan, serta aneka bahan lain yang tersedia di lingkungan masyarakat setempat.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp368.100
Rp139.000
Rp87.500
Memuat Komentar ...