Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Dibalik Kecerdasan Syekh Ali Syibromalisi yang Tuna Netra, Ternyata Ini Amalannya
✓ Terverifikasi Tim Riset

Dibalik Kecerdasan Syekh Ali Syibromalisi yang Tuna Netra, Ternyata Ini Amalannya

4.326 kali dibaca · Amaliyah dari Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Beliau lahir di desa Syibromalisi Mesir pada tahun 997 H. Diusia 3 tahun beliau kena penyakit cacar air hingga menghalangi penglihatan matanya alias tuna netra

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Laduni.ID, Jakarta - Beliau lahir di desa Syibromalisi Mesir pada tahun 997 H. Diusia 3 tahun beliau kena penyakit cacar air hingga menghalangi penglihatan matanya alias tuna netra. Beliau berkata, “Aku tidak mengetahui macam-macam warna kecuali warna merah karena warna tersebut yang ia pakai pada waktu itu.

Hal ini sama juga dialami oleh Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad (Pengarang Ratib Alhaddad) di usia 4 tahun beliau sakit cacar hingga membuat matanya buta namun Allah hidupkan mata hatinya sehingga mampu mengarang banyak kitab, inilah yang dimaksud dengan hadis Ihsan dimana kita ibadah kepada Allah SWT seolah-olah kita melihat-Nya atau kalau tidak bisa maka seolah-olah kita dilihat Allah.

Pengertian melihat di atas bukanlah dengan mata kepala akan tetapi dengan mata hati, oleh sebab itu, Rasulullah menggunakn huruf kaf tasybih(seolah-olah seperti) dan Jibril bertanya tentang islam dan iman dulu baru ihsan, jika islam dan iman seseorang kuat dan mampu menjalankn dengan sempurna maka dia akan bisa sampai pada makom ihsan.

Majlis taklimnya selalu terjaga dari ghibah atau menjelek-jelekan orang lain, dan semua waktunya digunakan untuk muthola’ah, membaca Al-Quran, shalat dan ibadah lainnya. Orang-orang Islam dan kafir dzimmi saling berdesak-desakan untuk mencium tangan beliau.

Beliau banyak mengarang kitab di antaranya Hasyiyah Nihayatul Muhtaj (Syarah kitab Al Minhaj) karya Imam Syamsuddin Ar Ramli yang dijuluki dengan Imam Syafi’i kecil. Adapun sebab beliau mengarang kitab tersebut adalah beliau sering muthola’ah kitab Tuhfatul Muhtaj karya Ibnu Hajar Al Haitami, lalu suatu malam beliau mimpi di datangi Imam Ramli dan berkata : “Wahai Syekh Ali, hidupkanlah kembali kitabku (Nihayatul Muhtaj) maka semoga Allah SWT menghidupkan hatimu.” Maka sejak itu beliau sibuk memuthola’ah kitab Nihayah kemudian beliau menuliskan Hasyiyah untuk kitab tersebt 6 jilid tebal2.

Syekh Salim bin Ahmad As Syama’ menceritakan tentang sholawat yamg dinisbatkn kepada Nabi Khidhir ini yang terkenal faedahnya untuk menolak lupa dari Imamnya Ulama Ahli Hadis Abdullah bin Salim Al Bashri Al Makki berkata : “Aku meriwayatkan cerita ini dari guruku Syekh Abu Thahir bin Al Arif Mulla Ibrahim Al Kaurani As Syafi’i, dari Abu Muhammad Hasan Al Manufi berkata; “Guruku Syekh Ali As Syubramalisi mengkhabariku, beliau matanya buta, setiap hari Jumat beliau masuk ke rumah Syihab Al Khofaji, lalu di sodorkan kursi dan duduk, Syihab Khofaji juga duduk di dekatnya serta bertanya tentang hal-hal yang isykal baginya kemudian beliau menjawabnya dan menyebutkn dalil dari kitab apapun beserta sanad-sanadnya, kemudian beliau ditanya tentang hal tersebut (bisa menjawab berbagai pertanyaan sulit lengkap dengan sanad dan kitabnya padahl buta tapi tidak seperti orang buta) beliau menjawab; iya karena aku tidak pernah lupa, kemudian ditanya apa sebabnya bisa tidak lupa? Beliau berkata: aku punya teman yang selalu bersama-sama dalam menuntut semua ilmu tapi dia memisah dariku untuk mencari ilmu raml (ilmu untuk mengetahui kejadian yang akan datang atau meramal dengan menggaris-garis di atas pasir, termasuk juga ilmu perbintangan) dan bagiku itu sulit, lalu aku mendatangi guruku dan menceritaknnya dan aku ingin membacakannya kepadaku, maka guruku berkata: Tidak bisa sempurna mempelajari ilmu tersebut kecuali harus dengan melihat, sedangkan kamu buta, maka putus asalah aku dan sedih hingga aku tidak ingin makan selama 2 hari karena hal tersebut, tiba-tiba datang seorang laki-laki dan berkata tidak apa-apa bagimu wahai Ali, lalu aku ceritakan, lelaki tersebut berkata: Sesungguhnya ilmu tersebut tidaklah bagus baik didunia atau di akhirat jadi jangan kau gan

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+