Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Shalahuddin Al-Ayubi
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Shalahuddin Al-Ayubi

1137 – 1171 M · 8.692 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Shalahuddin Al-Ayubi lahir pada tahun 1137 masehi dari keluarga Kurdish di kota Tikrit (140 km Barat laut kota Baghdad).

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi Biografi Syekh Shalahuddin Al-Ayubi

1.    Riwayat Hidup
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Pendidikan
2.1  Perjalanan Menuntut Ilmu

3.    Karier
3.1  Karier Beliau

4.    Pembaharu Mesir

5.    Keistimewaan

6.    Referensi

1. Riwayat Hidup

1.1 Lahir

Shalahuddin Al-Ayubi lahir pada tahun 1137 masehi dari keluarga Kurdish di kota Tikrit (140 km Barat laut kota Baghdad).

1.2 Wafat

Shalahuddin Al-Ayubi wafat pada pada 3 Maret 1193 pada usia 55 tahun. Walau semasa hidupnya Shalahuddin Al-Ayyubi punya kekuasaan yang besar dan merupakan salah satu Khalifah Islam yang paling dermawan ketika meninggal beliau tidak mempunyai harta. Bahkan H.A.R. Gibb, dalam bukunya "The Arabic Sources for the Life of Saladin" menuliskan bahwa Shalahuddin Al-Ayyubi si pejuang besar ketika meninggal tidak meninggalkan uang yang cukup untuk membiayai penguburannya.

2. Pendidikan

2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu

Tepat di hari kelahirannya, keluarganya diusir dari Tirki oleh Mujahidun Bahruz penguasa Baghdad. Hal ini merupakan akibat dari pembunuhan yang dilakukan oleh Syirkuh paman Shalahudin terhadap salah seorang panglima yang bertugas menjaga pintu benteng.

Pada saat proses persalinan telah selesai, keluarga Shalahuddin bergegas keluar dari benteng pada malam hari. Entah kemana mereka akan tinggal, karena sudah tidak ada lagi wilayah yang menjadi tempat persinggahan untuk keberlanjutan hidup mereka. Pada suatu ketika, keluarga Shalahuddin berada disekitar wilayah Mosul (Irak). Mereka berhenti, untuk beristirahat sejenak. Dalam peristirahatannya, mereka bertemu dengan Imaduddin Zanki yang menjadi Sultan di wilayah Mosul. Keluarga Shalahuddin pun disambut baik oleh Imaduddin Zanki. Karena ia Imaduddin Zanki tidak melupakan kebaikan Najmuddin Ayyub terhadapnya, karena telah menolong Imaduddin Zanki dari kejaran para tentara Baghdad. Akhirnya keluarganya menetap di sini kemudian ayah dan pamannya bergabung sebagai emir (komandan) di bawah kepemimpinan Zanki. Najmuddin Ayyub dan Syirkuh ikut telibat dalam beberapa penaklukkan wilayah yang telah dikuasai oleh Pasukan Salib.

Pada tahun 1139 M, kota Ba‟albek yang berada di wilayah Suriah ketika itu dipimpin oleh Atabek Mu‟inudin Unur yang berada dekat dengan Damaskus, telah berhasil dikuasai oleh Imaduddin Zanki. Imaduddin Zanki kemudian menunjuk Najmuddin Ayyub sebagai Gubernur Ba‟albek, karena Imaduddin Zanki sepenuhnya menaruh kepercayaan kepada Najmuddin Ayyub sebagai seorang pemimpin. Sebagai bentuk tanda terimakasih Imaduddin Zanki atas sikap Najmuddin Ayyub yang telah menolongnya ketika dirinya berada dalam situasi ancaman dari militer Baghdad.

Ketika kebahagiaan telah didapatkan oleh keluarga Shalahuddin di Ba‟albek, adalah sebuah momentum yang paling baik bagi keberlangsungan hidup Shalahuddin. Sebagai putra kerajaan, Shalahuddin mendapatkan pendidikan yang baik yang ia peroleh selama di Ba‟albek (Suriah). Saat Ayah Shalahuddin Al Ayyubi diberikan amanah berupa jabatan sebagai seorang gubernur, usia Shalahuddin baru sekitar dua sampai pada usia sembilan tahun

Selama menetap di Suriah maupun pada saat di Damaskus, Shalahuddin telah mendapatkan pendidikan yang setara dengan anak seorang penguasa. Shalahuddin menghabiskan masa k

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+