Syekh Maulana Ali Akbar adalah tokoh yang jarang disebutkan dalam berbagai babad dan cerita rakyat sebagai salah satu pelopor penyebaran Islam di Jawa. Beliau merupakan salah satu tokoh kunci proses Islamisasi di tanah jawa yang hidup sebelum Walisongo yang mampu menembus dinding kebesaran kerajaan Majapahit.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Nasab Syekh Maulana Muhammad Ali Akbar
1.3 Wafat
2. Perjalanan Dakwah Syekh Maulana Muhammad Ali Akbar
3. Keteladanan Syekh Maulana Muhammad Ali Akbar
4. Referensi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Syekh Maulana Ali Akbar adalah salah satu Ulama yang mensyi’arkan agama Islam di Nusantara sebelum jaman Wali Songo. Beliau lahir di Persia, Iran. Beliau memiliki keahlian di bidang kesehatan dan kedokteran Islam. Beliau adalah cicit dari Sulthanul Auliya’ Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Dan menjadi utusan dari Sultan Muhammad 1. Beliau juga dikenal dengan nama Syekh Ali Akbar
1.2 Nasab Syekh Maulana Muhammad Ali Akbar
- Nabi Muhammad SAW.
- Sayyidah Fathimah Az-Zahrah
- Imam al-Hasan
- al- Hasan al-Mutsanna
- Abdu'llah al-Mahdi
- Musa al-Jawn
- Abdu'llah
- Musa
- Dawud
- Muhammad
- Yahya az-Zahid
- Abdu'llah
- Abu Salih Musa Jangi Dost
- Syaikh Abdul Qadir Al-Jilaniy
- Abdur Razzaq
- Abdul Karim Al-Jilli
- Muhammad
- Abdullah
- Muhammad
- Ahmad
- Ali
- Maulana Muhammad Ali Akbar atau Syekh Maulana Muhammad Ali Akbar atau SyekhAli Akbar
1.3 Wafat
Syekh Maulana Muhammad Ali Akbar diperkirakan meninggal pada tahun 1435 M, dan dimakamkan di Gunung Santri, Cilegon, antara Serang-Merak, Jawa Barat.
2. Perjalanan Dakwah Syekh Maulana Muhammad Ali Akbar
Para Wali Songo tidak hidup pada saat yang persis bersamaan, namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, baik dalam ikatan darah atau karena pernikahan, maupun dalam hubungan guru dan murid. Bila ada seorang anggota majelis yang wafat, maka posisinya digantikan oleh tokoh lainnya.
Syekh Maulana Muhammad Ali Akbar masuk dalam Angkatan ke-1 yang diperkirakan pada tahun (1404 – 1435 M), terdiri dari Syekh Maulana Malik Ibrahim (wafat1419), Syekh Maulana Ishaq, Syekh Maulana Ahmad Jumadil Kubro, Syekh Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Syekh Maulana Malik Isra'il (wafat 1435), Maulana Muhammad Ali Akbar (wafat 1435), Syekh Maulana Hasanuddin, Syekh Maulana'Aliyuddin, dan Syekh Subakir
Pada tahun akhirnya rombongan dari Turki telah tiba di Jawa. Mereka menuju daratan Tandhes, sebuah pelabuhan terbesar di Jawa kala itu. Selepas turun dari kapal, para utusan Turki beristirahat sejenak melepas lelah. Kemudian perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Trowulan. Sesampai disana mereka merasa terhibur , ternyata di Trowulan juga telah ada sekelompok masyarakat Muslim. Bukan muslim asing seperti mereka, tapi muslim pribumi. Di istana rombongan disambut dengan baik oleh Baginda Prabu Wikrama Wardhana. Dijamu dengan kehormatan layaknya utusan dari Negara jauh. Dakwah Mereka untuk mengislamkan Prabu Wikramawardhana belum berhasil, akan tetapi mereka dipersilahkan untuk melakukan dakwah asal tidak melalakukan cara pemaksaan.
Para ulama dari mancanegara itu pun menyusun rencana lain, berdakwah dengan cara mereka sendiri-sendiri. Setelah dilakukan musyawarah akhirnya diputuskan sebagai berikut:
- Syekh Jumadil Kubro dan kedua putranya Ali dan Zainal memutuskan tinggal dan berdakwah di Tr
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

