Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. M. Anwar Iskandar, Pendiri Pesantren Al-Amien Ngasinan, Kediri
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. M. Anwar Iskandar, Pendiri Pesantren Al-Amien Ngasinan, Kediri

lahir 1950 M · 37.703 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Untuk mewujudkan keinginannya, KH. Muh. Anwar Iskandar berjuang agar berguna bagi agama, masyarakat, bangsa dan membekali generasi muda agar tidak kosong nilai (memiliki ilmu dan akhlak), fondasi agama dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Aktifitas dalam bidang Pendidikan, Politik dan Dakwah

4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Muhammad Anwar Iskandar lahir di Desa Berasan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi pada tanggal 24 April 1950 M.

Menurut silsilah, ayah KH. Muh. Anwar Iskandar bernama KH. Iskandar (Askandar), pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren “Mambaul Ulum” Berasan, Muncar, Banyuwangi. Kyai Iskandar adalah putra dari Kyai Abda’. Kyai Abda’ adalah putra dari Kyai Abdullah Said bin Wardoyo. Kyai Wardoyo adalah menantu dari KH. Zainal Abidin kakek dari Kyai Shaleh yang mempunyai keturunan para kyai pendiri pondok pesantren di Kediri seperti Lirboyo.

Adapun dari garis keturunan ibu, ibu KH. Muh. Anwar Iskandar bernama Nyai Siti Robi’ah Al-Adawiyah binti Kyai Abdul Manan. Kyai Abdul Manan adalah putranya Nyai Hasanah. Nyai Hasanah adalah putri dari Kyai Abbas, Cempoko Talun Blitar. Kyai Abbas adalah putra dari Kyai Nur Syiam, Celonan Keras Kediri. Kyai Nur Syiam putra dari Kyai Syahiddin. Kyai Syahiddin adalah putra dari Sahcahnyoto. Setengah cerita Sahcahnyoto adalah raja Panjalu Tasikmalaya.

1.2 Keluarga
KH. Muh. Anwar Iskandar menikah pertama pada tahun 1975. Pada saat itu beliau dinikahkan oleh KH. Mahrus Ali dengan seorang wanita asal Jamsaren Kediri bernama Nyai Qoni’atus Zahro, putri dari pengasuh Pondok Pesantren Assa'idiyah Jamsaren, yaitu Kyai Sa'id. Dari pernikahan pertama ini KH. Muh. Anwar Iskandar dikaruniai satu putra dan lima putri.

Pada tahun 1990 KH. Muhammad Anwar Iskandar menikah kedua kalinya dengan ibu Nyai Hj. Yayan Handayani dari Bogor yang sekarang mendiami Pondok Pesantren Al-Amin. Dari pernikahan ini beliau dikaruniai tiga putra dan satu putri.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
KH. Muhammad Anwar Iskandar dimulai sejak KH. Muh. Anwar Iskandar masih dalam asuhan keluarganya. Melalui keluarganya, beliau dididik agar suatu saat bisa menjadi penerus ayahnya. Sebagaimana yang dilakoni kyai-kyai salaf, KH. Muh. Anwar Iskandar menimba ilmu dari pesantren satu ke pesantren yang lain, sebagai santri “kelana” yang menjelajah pesantren-pesantren untuk memuaskan keinginanannya mempelajari agama Islam.

Di samping itu beliau juga menimba ilmu pengetahuan umum di sekolah-sekolah formal. Pertama kali KH. Muh. Anwar Iskandar mengaji kitab-kitab salaf dalam asuhan orang tuanya sendiri di Pondok Pesantren “Mamba’ul Ulum” Berasan Muncar Banyuwangi. Selain tetap nyantri pada ayahandanya, KH. Muhammad Anwar Iskandar dimasukkan ke MI yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum, pada tahun 1955. Pada tahun 1961, KH. Muh. Anwar Iskandar melanjutkan jenjang pen

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+