Syekh Ibrahim al-Kurani dikenal sebagai ahli Fiqih, pakar Hadits dan juga sebagai ulama yang mampu menggabungkan antara ilmu agama (al-‘ulum an-‘aqliyyah) dan sekuler (al-‘ulum al-‘aqliyyah). Beliau lahir pada tahun 1025 H
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Syekh Ibrahim al-Kurani
- Kelahiran
- Wafat
- Pendidikan
- Penerus
- Karya Kitab
- Hubungan Syekh Ibrahim al-Kurani dengan Aceh
- Chart Silsilah Sanad
- Referensi
1. Kelahiran
Syekh Ibrahim al-Kurani dikenal sebagai ahli Fiqih, pakar Hadits dan juga sebagai ulama yang mampu menggabungkan antara ilmu agama (al-‘ulum an-‘aqliyyah) dan sekuler (al-‘ulum al-‘aqliyyah). Beliau lahir pada tahun 1025 H.
2. Wafat
Syekh Ibrahim al-Kurani wafat di Madinah pada tahun 1101 H dan dimakamkan di pekuburan Baqi’.
3. Pendidikan
Ibrāhīm al-Kūrānī memulai pendidikannya di kota kelahirannya yaitu Shahrazur. Pendidikannya di Shahrazur mencakup pengetahuan Bahasa Arab, kalam, mantiq (logika), filsafat dan lainnya. Kemudian dia melanjutkan pendidikannya ke Baghdadyang; kota yang menjadi tempat berkumpulnya para ulama asal Kurdi pada masa Kekhalifahan Utsmaniyah di abad ke-17. Ibrāhīm al-Kūrānī menetap di kota Baghdad selama dua tahun, kemudian pindah ke kota Damaskus dan menghabiskan waktu selama empat tahun di kota itu, hingga melanjutkan ke kota Kairo pada tahun 1061/1650. Adapun guru-guru Ibrāhīm al-Kūrānī selama periode pendidikannya tersebut antara lain:
- Muhammad Al Kurani
- Shafiyyuddin Ahmad bin Muhammad Al-Qusyasyi (w. 1071 H)
- Abu Al-Mawahib Ahmad bin ‘Ali Asy-Syanawi (w. 1027)
- Al-Mulla Muhammad Syarif bin Yusuf Al-Kuri (w. 1078 H)
- ‘Abdul Karim bin Abu Bakar (w. 1050 H)
- Najmuddin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Al-Ghazzi (w. 1061 H)
- Syekh Abu Al-‘Azaim Sulthan bin Ahmad Al-mizahi (w. 1075 H)
- Syekh Muhammad bin ‘Alauddin Al-Babili (w. 1077 H)
- Syekh Taqiyyuddin ‘Abdul Baqi bin ‘Abdul Baqi Al-Hanbali (w. 1071 H)
- Muḥammad Sharīf al-Kūrānī. Ibrāhīm al-Kūrānī belajar kepadanya ketika di Baghdad, ‘Abd al-Baqī Taqī al-Dīn al-Hanbalī (w.1070 H/1660 M).
- Ibrāhīm al-Kūrānī belajar kepadanya ketika di Damaskus
- Najm al-Dīn al-Ghazzī, Ibrāhīm al-Kūrānī belajar kepadanya ketika di Damaskus
- Abī al-‘Azā’im Sulṭan ibn Aḥmad al-Mazāḥī. Ibrāhīm al-Kūrānī belajar kepadanya ketika di Kairo ‘Abd al-Baqī; adalah mufti di kota Damaskus dan salah satu ulama mazhab Ḥanbalī terkemuka pada pertengahan abad ke-17 M. Ibrāhīm al-Kūrānī belajar kepadanya ketika di Damaskus. Pada fase ini Ibrāhīm al-Kūrānī secara khusus mempelajari teks-teks fiqih mazhab Ḥanbalī, Muḥammad ibn ‘Alā al-Dīn al-Bābilī. Ibrāhīm al-Kūrānī belajar kepadanya ketika di Kairo
- Abū al-Mawāhib Aḥmad ibn ‘Alī al-Syanāwī
- Muḥammad Sharīf ibn Yūsuf al-Kūrānī
- ‘Abd al-Karīm ibn Abī Bakr al-Ḥusaynī al-Kūrānī
- Aḥmad al-Qushāshī (Mursyid tarekat syathariyah
4. Penerus
Murid-muridnya:
- Muḥammad bin ‘Abd al-Rasūl al-Barzanjī (w. 1103/1691 M)
- ‘Ali bin Al-Hasan bin ‘Izzuddin Al-Hasani Al-Yamani Asy-Syami (w. 1120 H).
- ‘Abdurrauf bin ‘Ali Al-Jawi As-Sinkili Al-Fanshuri penulis tafsir terlengkap pertama di Nusantara, Turjuman Al-Mustafid fi Tafsir Al-Quran Al-Majid.
5. Karya Kitab
Syekh Ibrahim Al-Kurani mempunyai banyak karya ilmiah yang bermanfaat mencapai kurang lebih sekitar 100 karya yang sudah beliau buat, diantaranya:
- Kitab Itti
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

