Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Abu Ahmad Bin Dawud al-Dinawari
✓ Terverifikasi Tim Riset

Abu Ahmad Bin Dawud al-Dinawari

0820 – 0896 M · 15.487 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Al-Dinawari adalah seorang ilmuwan Islam yang terkenal karena salah satu karyanya yang sangat berpengaruh dalam perkembangan ilmu botani, yaitu kitab al-Nabat. Itulah kenapa kemudian beliau dijuluki Bapak Botani dari Dunia Islam.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Biografi Abu Ahmad Bin Dawud al-Dinawari

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Bapak Botani dari Dunia Islam
  4. Penghormatan Masyarakat Kepada al-Dinawari
  5. Kontribusi Sang Ilmuwan Botani
  6. Karya

Kelahiran

Al-Dinawari atau yang bernama lengkap Ahmad bin Daud al-Dinawari atau Abu Hanifah lahir di kota Dinawari pada tahun 820 Masehi. Ayahnya bernama Abu Hanifah Ahmad bin Dawud bin Wanand. Sang ilmuwan Muslim ini sejak kecil sudah menunjukkan minatnya yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan. Beliau mempelajari beragam ilmu seperti astronomi, matematika dan mekanik di Ishafan, Iran.

Ia adalah seorang ilmuwan Islam yang terkenal karena salah satu karyanya yang sangat berpengaruh dalam perkembangan ilmu botani, yaitu kitab al-Nabat. Kitab ini memuat diskripsi mengenai ratusan jenis tanaman dan penjelasan mengenai berbagai jenis tanah, karakteristik, kualitas, sifat, serta tanah mana yang baik untuk ditanami.

Wafat

Sejatinya, al-Dinawari bernama lengkap Abu Hanifah Ahmad Ibnu Dawud al-Dinawari. Insinyur asal Persia itu dikenal sebagai ilmuwan serba bisa. Selain sebagai perintis botani, al-Dinawari juga dikenal menguasai beragam ilmu, seperti astronomi, pertanian, metalurgi, geografi, matematika, dan sejarah. Selain itu, ilmu bahasa dan sastra juga telah membetot perhatian al-Dinawari. Untuk mempelajari bahasa dan sastra, al-Dinawari harus hijrah ke dua kota penting di Irak pada zaman kejayaan Dinasti Abbasiyah, yakni Kufah dan Basrah.

Baca juga: Kolom Gus Nadir: Konspirasi Militer Turki di Masa Dinasti Abbasiyah

Sang ilmuwan muslim fenomenal itu meninggal dunia pada 24 Juli 896 M di kota kelahirannya, Dinawar. Nama al-Dinawari pun diambil dari kota tempat kelahiran dan kematiannya. Prof. MR. Izady dalam karyanya bertajuk The 1.100 Anniversary of Abu-Hanifa Dinawari menuturkan, saat itu, Kota Dinawar telah menjelma sebagai kota besar di Kurdistan Selatan. Dinawar terletak di kawasan yang strategis karena berada di antara wilayah Timur dan Barat yang dikenal sebagai jalur utama perdagangan internasional, Jalur Sutera. "Hingga kini, kota itu dikenal sebagai penghasil ilmuwan dan pemikir, seperti Al-Dinawari" cetus Prof. MR. Izady.

Bapak Botani dari Dunia Islam

Ketika revolusi pertanian Islam bergulir di era kekhalifahan, para insinyur Muslim berhasil mencapai kemajuan yang begitu gemilang dalam ilmu tumbuh-tumbuhan alias botani. Para ahli botani Muslim di zaman keemasan Islam mampu menampilkan keahliannya dalam agronomi, agroteknik, meteorologi, klimatologi, hidrologi, penguasaan lahan, serta manajemen usaha pertanian. Tak cuma itu, para ahli botani dan pertanian Muslim juga sudah menguasai beragam pengetahuan lainnya, seperti ekologi, pertanian, pedologi, irigasi, serta pengetahuan penunjang pertanian lainnya. Berkat penguasaan pengetahuan itulah, Revolusi Hijau yang dikembangkan dunia Islam mencapai puncak kesuksesan.

Salah seorang insinyur Muslim yang menjadi otak di balik kesuksesan revolusi hijau itu adalah al-Dinawari(828-896 M). Toufic Fahd (1996), dalam bukunya bertajuk Botany and Agriculture menobatkan al-Dinawarisebagai pendiri botani atau ilmu tumbuh-tumbuhan di dunia Islam. Sejatinya, dia layak disebut sebagai Bapak Botani. Botani merupakan kajian saintifik untuk kehidupan tumbuhan. Sebagai satu cabang Biologi, botani kadang kala dirujuk sebagai sains tumbuhan atau biologi tumbuhan. Botani merangkumi berbagai disiplin saintifik yang mengkaji struktur, pert

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+