Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Abi Hanafiah Samalanga (Teungku Abi) 
✓ Terverifikasi Tim Riset

Abi Hanafiah Samalanga (Teungku Abi) 

20.246 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Di masa kepemimpinan Tgk. Abi, tidak banyak perubahan dari segi pembangunan asrama dari masa sebelumnya. Hanya saja jumlah pelajar sedikit bertambah yang dulunya 100 orang putra kini menjadi 150 orang, sedangkan jumlah santriwati kurang lebih berjumlah 50 orang, sama seperti masa sebelumnya saat masih dipimpin oleh Tgk. Syihabuddin bin Idris (Teungku Chiek Samalanga (I))

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Abi Hanafiah Samalanga (Teungku Abi)

  1. Kelahiran
  2. Keluarga
  3. Pendidikan
  4. Mengasuh Dayah MUDI
  5. Teladan
  6. Chart Silsilah Sanad
  7. Referensi

1. Kelahiran

Abi Hanafiah atau yang kerap disapa dengan panggil Teungku Abi lahir di Aceh. Beliau merupakan putra Teungku Abbas.

Nasab beliau dari jalur ayah menurut satu riwayat merupakan keturunan Arab yang bersambung nasabnya dengan Sayyidina Abu Bakar.

Namun karena kondisi masa penjajahan, nasab ini disembunyikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini menyebabkan bukti yang valid mengenai mata rantai keturunan Teungku Abi tidak dapat ditemukan.

2. Keluarga

Teuku Abi melepas masa lajangnya dengan menikahi Juwairiah putri Tgk. Idris. Buah dari pernikahannya dengan Juawairiah, Teugku Abi memiiki enam orang anak yaitu amanuddin, Badriah, Mahyeddin, Jalaluddin, Fatimah, dan Aisyah.

3. Pendidikan

Teungku Abi memulai pendidikannya dengan menuntut ilmu dan belajar agama di Ie Leubeu pada Tgk. Chik di Pasi. Setelah beberapa lama belajar pada Tgk. Chik di Pasi, Tgk. Abi melanjutkan pendidikannya untuk belajar ke Tanjongan pada Tgk. Idris.

Selain itu, walaupun telah menikah Teungku Abi (Teungku Syiek Disamalanga-II). Namun di awal-awal pernikahannya, Teungku Abi sempat merasa malu dengan ibu mertuanya Ummi Fatimah karena keliru dalam membaca kitab.

Ummi Fatimah menegur Teungku Abi seraya membaca matan bait Alfiyah untuk menunjukkan bahwa bacaan Teungku Abi menyalahi kaidah ilmu Nahwu. Karena merasa malu dengan keterbatasan ilmunya, akhirnya Teungku Abi pergi ke Mekkah untuk semakin memperdalam ilmu nya.

Di Mekkah Teungku Hanafiah sempat menimba ilmu dan mengambil pengijazahan thariqat pada Sayyid Abu Bakar Syatta, pengarang kitab I’anatuth Thalibin. Thariqat yang diperoleh dari Sayyid Abu Bakar Syatta inilah yang kemudian diijazahkan kepada Abu Usman Ali Kuta Krueng (Abu Kuta). Sedangkan thariqat yang diijazahkan kepada Abu Seulimum oleh Teungku Abi bersanad kepada mertuanya Teungku Idris.

4. Mengasuh Dayah MUDI

Tongkat estafet kepemimpinan dayah MUDI Masjid Raya Samalanga diserahkan kepada Teungku Abi. Ini juga berdasarkan beberapa tulisan yang menceritakan sejarah kepemimpinan MUDI Mesra, pada umumnya menyebutkan Teungku Abi memimpin dayah MUDI setelah Tgk. Syihabuddin (Abang Ipar nya Teungku Abi) meninggal dunia.

Namun berdasarkan riwayat yang lain dayah ini sebenarnya diserahkan langsung oleh Tgk. Syihabuddin (Syekh Syihabuddin) atau Teungku Chiek untuk dikelola oleh Teungku Hanafiah bin abbas dimasa hidupnya Tgk. syihabuddin. Karena dayah MUDI ini merupakan dayah kerajaan yang sudah berdiri sejak masa Sultan Iskandar Muda, Abon Chik Samalanga bertanya kepada Tgk. Syihab : “Ek jeut man dayah nyoe ta yue duek bak Teungku Abi ?” (Apakah bisa Tgk. Abi dijadikan sebagai pimpinan dayah ini ?).

Mendengar pertanyaan ini Tgk. Syihabuddin berkata “Meunyo han jeut pane mungken lon peu jeut keu parui lon” (Kalau memang tidak bisa bagaimana mungkin beliau menjadi sebagai adik ipar saya). Jawab Tgk. syihabuddin. Akhirnya kepemimpinan MUDI Mesra dipimpin oleh beliau.

Di masa kepemimpinan Tgk. Abi, tidak banyak perubahan dari segi pembangunan asrama dari masa sebelumnya. Hanya saja jumlah pelajar sedikit bertambah yang dulunya 100 orang putra kini menjadi 150 orang, sedangkan jumlah santriwati kurang lebih berjumlah 50 orang, sama seperti masa sebel

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+