Nama Imam at-Tirmidzi adalah Muhammad bin ‘Isa bin Saurah bin Musa bin adl Dlahhak
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil Imam At-Tirmidzi
- Kelahiran
- Wafat
- Pendidikan
- Rihlah Imam at-Tirmidzi
- Guru-Guru
- Pujian Ulama terhadap Imam at-Tirmidzi
- Karya-Karya
- Chart Silsilah Sanad
- Referensi
1. Kelahiran
Muhammad bin ‘Isa bin Saurah bin Musa bin adl Dlahhak atau yang kerap disapa dengan panggilan Imam at-Tirmidzi lahir pada tahun 209 H.
Mengenai tahun lahirnya para pakar sejarah tidak menyebutkan tahun kelahiran Imam at-Tirmidzi secara pasti, akan tetapi Adz Dzahabi berpendapat dalam kisaran tahun 210 hijriah. Ada satu berita yang mengatakan bahwa imam at-Tirmidzi dilahirkan dalam keadaan buta, padahal berita yang akurat adalah, bahwa Imam at-Tirmidzi mengalami kebutaan di masa tua, setelah mengadakan lawatan ilmiah dan penulisan Imam at-Tirmidzi terhadap ilmu yang ia miliki.
Imam at-Tirmidzi tumbuh di daerah Tirmidz, mendengar ilmu di daerah ini sebelum memulai rihlah ilmiah Imam at-Tirmidzi. Dan Imam at-Tirmidzi pernah menceritakan bahwa kakeknya adalah orang marwa, kemudian berpindah dari Marwa menuju ke tirmidz, dengan ini menunjukkan bahwa Imam at-Tirmidzi lahir di Tirmidzi.
Nasab Imam at-Tirmidzi:
1. As Sulami; yaitu nisbah kepada satu kabilah yang yang di jadikan sebagai afiliasi Imam at-Tirmidzi, dan nisbah ini merupakan nisbah kearaban
2. At-Tirmidzi; nisbah kepada negri tempat Imam at-Tirmidzi di lahirkan (Tirmidz), yaitu satu kota yang terletak di arah selatan dari sungai Jaihun, bagian selatan Iran.
2. Wafat
Di akhir kehidupannya, Imam at-Tirmidzi mengalami kebutaan, beberapa tahun Imam at-Tirmidzi hidup sebagai tuna netra, setelah itu imam atTirmidzi meninggal dunia. Imam at-Tirmidzi wafat di Tirmidz pada malam Senin 13 Rajab tahun 279 H bertepatan dengan 8 Oktober 892, dalam usia Imam at-Tirmidzi pada saat itu 70 tahun.
3. Pendidikan
Berbagai literatur-literatur yang ada tidak menyebutkan dengan pasti kapan Imam Tirmidzi memulai mencari ilmu, akan tetapi yang tersirat ketika kita memperhatikan biografi Imam at-Tirmidzi, bahwa Imam at-Tirmidzi memulai aktifitas mencari ilmunya setelah menginjak usia dua puluh tahun.Maka dengan demikian, Imam at-Tirmidzi kehilangan kesempatan untuk mendengar hadits dari sejumlah tokoh-tokoh ulama hadits yang kenamaan, meski tahun periode Imam at-Tirmidzi memungkinkan untuk mendengar hadits dari mereka, tetapi Imam at-Tirmidzi mendengar hadits mereka melalui perantara orang lain. Yang nampak adalah bahwa Imam at-Tirmidzi memulai rihlah pada tahun 234 hijriah.
Imam at-Tirmidzi memiliki kelebihan; hafalan yang begitu kuat dan otak encer yang cepat menangkap pelajaran. Sebagai permisalan yang dapat menggambarkan kecerdasan dan kekuatan hafalan Imam at-Tirmidzi adalah, satu kisah perjalan Imam at-Tirmidzi menuju Makkah, dia menuturkan;
“Pada saat aku dalam perjalanan menuju Makkah, ketika itu aku telah menulis dua jilid berisi hadits-hadits yang berasal dari seorang syaikh. Kebetulan Syaikh tersebut berpapasan dengan kami.
Maka aku bertanya kepadanya, dan saat itu aku mengira bahwa “dua jilid kitab” yang aku tulis itu bersamaku. Tetapi yang kubawa bukanlah dua jilid tersebut, melainkan dua jilid lain yang masih putih bersih belum ada tulisannya. aku memohon kepadanya untuk menperdengarkan hadits kepadaku, dan ia mengabulkan permohonanku itu.
“Kemudian ia membacakan hadits dari lafazhnya kepadaku. Di sela-sela pembacaan itu ia melihat kepadaku dan m
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

