Pondok Pesantren Miftahul Huda didirikan oleh almarhum KH. Choer Affandi (dikenal dengan julukan UWA Ajengan) beserta istri (Hj. Siti Shofiyyah) pada tanggal 7 Agustus 1967
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Profil
Pondok Pesantren Miftahul Huda didirikan oleh almarhum KH. Choer Affandi (dikenal dengan julukan UWA Ajengan) beserta istri (Hj. Siti Shofiyyah) pada tanggal 7 Agustus 1967.
Berlokasi di Kedusunan Pasirpanjang, Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, jarak dari Kota Tasikmalaya 13 km ke arah Timur, dari ibu kota Kecamatan 1 km ke arah Tenggara dan 8 km dari ibu kota Ciamis ke arah Barat Daya.
Dan telah mencatatkan diri sebagai Yayasan dengan nama Yayasan Pesantren Miftahul Huda (YAMIDA) dengan akta notaris Ryono Roeslam NO.34/PN/76/AN. Berhubung banyak pendirinya yang telah meninggalkan Pesantren (waktu itu pengurusnya ada dari kalangan santri senior) maka akta notaris ini diperbaharui pada tanggal 20 Juni 1987 di hadapan notaris Tuti Asijati Abdul Ghani S.H.
Cikal bakalnya adalah Pondok Pesantren Wanasuka di Kampung Cigugur Ciamis, kemudian karena pergolakan perjuangan pada saat itu Pondok Pesantren Wanasuka tidak dapat dilanjutkan. Beberapa tahun kemudian KH. Choer Affandi mendirikan lagi Pondok Pesantren dengan nama Pesantren Gombongsari di Kampung Cisitukaler Desa Pasirpanjang, kemudian karena di lokasi ini tidak memungkinkan untuk diperluas lokasinya, sementara Santri bertambah terus, atas dukungan masyarakat lokasinya dipindah ke lokasi sekarang, dibangun di atas tanah waqaf dari Raden Hj. Mardiyah seorang aghniya di Manonjaya.
Pendiri
1. KH. Choer Affandi (dikenal dengan julukan UWA Ajengan)
2. Hj. Siti Shofiyyah
Pengasuh
1. KH. Choer Affandi
2. Hj. Siti Shofiyyah
3. KH. Asep A. Maoshul Affandy
Pendidikan
Kitab-kitab yang diajarkan:
Pertama, pemahaman tentang pengetahuan-pengetahuan kebahasaan dan logika, yaitu bahasa arab, yang disebut ilmu grammer dan mantiq. Kitab-kitab yang digunakan untuk pemahaman bidang kebahasaan dan logika, di antaranya Jurumiyah, Amsilat At-Tashrifiyyah, dan Alfiyyah Ibnu Malik.
Kedua, pemahaman dalam bidang pengetahuan aqidah tentang penekanan pada aspek penghayatan. Kitab-kitab yang digunakan adalah: Tijan Ad-Daruri, Kifayat Al-‘Awam, Khulasah Ilmu Tauhid, Majmu’at Al-‘Aqidah, Jauhar At-Tauhid, Ummul Barahin, Kharidat Al-Bahiyah, dan ‘Aqidah Islamiyyah.
Ketiga, pemahaman dalam bidang syariah tentang penekanan pada aspek pengamalan ibadah dan muamalah (fiqih). Kitab-kitab yang digunakan antara lain: Safinat An-Najah, Riyad Al-Badi’ah, Fath Al-Qarib, Fath Al-Wahhab, Fath Al-Mu’in, I’anat At-Thlibin, dan Kifayat Al-Akhyar.
Keempat, pemahaman dalam bidang Ushul Fiqh, meliputi kitab-kitab: Waraqat, Lataif Al-Isyarah, Gayat Al-Wu¡ul, Jamu Al-Jawami, dan Asybah wan Nadza`ir.
Kelima, pemahaman dalam bidang ilmu hadis dan tafsir meliputi kitab-kitab: Arba’in Nawawiyyah, Riyad As-Shalihin, Tafsir Jalalain, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan Tafsir Ibnu Katsir.
Keenam, pemahaman dalam bidang akhlak dan tasawuf yang penekanannya pada aspek perilaku. Kitab-kitab yang dipelajarinya adalah: Akhlaq lil Banin, Sulam At-Taufiq, Talim Al-Muta’alim, ‘Alaj Al-Amrad, Kifayat Al-Atqiyya, Syub Al-Iman, Na¡aih Al-`Ibad, dan Hikam.
Unit Pendidikan
1. Madrasah Diniyah: Ibtidaiyah dan Tsanawiyah
2. Ma'had Aly
3. Jenjang satuan pendidikan muadalah yang diselenggarakan adalah tingkat ulya atau MA selama 3 tahun. Meski tingkat wusta atau MTs telah ditetapkan sebagai satuan pendidikan muadalah.
Ekstrakurikuler
Pesantren Miftahul Huda memiliki ekstrakurikuler yang bisa diikuti santri, di ant
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

