Ibnu Shalahbernama utsman bin Abdurrahman bin Utsman bin Musa bin Abi Nahshr an Nashri Al kurdi Asy Syarakhani Asy Syahruzuri.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil Imam Ibnu Shalah
Kelahiran
Utsman bin Abdurrahman bin Utsman bin Musa bin Abi Nahshr an Nashri Al kurdi Asy Syarakhani Asy Syahruzuri atau yang kerap disapa dengan panggilan Ibnu Shalah lahir pada tahun 577 H, di wilayah kota Arbil, salah satu kota besar di negeri Irak bagian utara yang didominasi oleh suku kurdi. Tepatnya di desa Shahrazur daerah Sheikhan.
Wafat
Ketika Ibnu Shalah berusia lebih dari 60 tahun, beliau jatuh sakit, dan akhirnya beliau wafat menjelang subuh pada hari rabu tanggal 25 rabiul akhir 643, di kota Damaskus, Syuriah, lalu di sholatkan di masjid besar Damaskus selepas sholat Dzuhur.
Pendidikan
Guru pertama Ibnu shalah adalah ayahnya sendiri. Abdurrahman, seorang ulama pakar disiplin ilmu fiqih bermazhab Syafi’I. Dari ayahnya berjuluk Shalahuddin inilah, Ibnu shalah kecil memulai langkahnya sebagai penuntut ilmu.
Ayahnya yang memiliki kunyah Abul Qasim ini mendidik Ibnu Shalah kecil telah kecil telah menyerap berbagai macam pelajaran berupa prinsip prinsip ilmu dasar, dari sang ayah anda Dikisahkan bahwa Ibnu Shalah mengundang bacaan kitab Muhadzdzab di hadapan ayahnya sekian kali.
Setelah menyadari bahwa anaknya tidak bisa belajar kepada banyak guru dan tidak mampu berkembang jika hanya menuntut ilmu di desa, maka sang ayah pun memutuskan untuk mengirim ibnu Shalah kecil ke Mosul, ibu kota wilayah Niwana,yang dekat dengan sungai Tigris.
Di Mosul inilah, Ibnu Shalah belajar berbagai disiplin Ilmu agama yang lebih banyak lagi. Ia mempelajari Ilmu tafsir,hadis dan lainnya.
Dikisahkan bahwa semenjak itu Ibnu Shalah sering pindah ke berbagai kota di berbagai belahan dunia guna menghilangkan dahaganya terhadap ilmu agama yang begitu agung ini. Beliau belum pernah mengunjungi Baghdad, Damaskus, Nishapur, Haran Haman, Mary di Turkemenistan, dan kota lainnya yang teramat jauh dari kampung halamannya. Ia berguru dengan sekian banyak ulama yang ia jumpai di penjuru dunia.
Diceritakan ketika Ibnu shalah tiba di Damaskus, kota terbesar di Suriah, ia bermulazamah bersama Imam Iraqi. Bersama beliaulah,ia mendalami fikih mazhab Syafi’i. Dia menimba ilmu darinya dengan semangat tekun,sehingga Imam Iraqi pun tak jarang memuji beliau. Ibnu Shalah tidak lupa mengunjungi tanah suci dalam rangka menunaikan rukun islam kelima, yaitu ibadah haji, sebelum dan sesudah ia kelak menetap di Damaskus. Sebagaiman biasanya, ia tidak menjadikan suatu perjalanannya melainkan untuk menambah khazanah ilmunya.
Ibnu Shalah terus menuntut ilmu dari berbagai ulama di berbagai belahan dunia, menyimak periwayatan banyak hadis dan mendalami beberapa cabang ilmu agama lainnya,sehingga akhirnya Allah mendudukkannya di atas singgasana keilmuan yang sangat tinggi,sebuah kedudukan yang amat mulia.
Guru-Guru
Di Shahrazur
Abdurrahman bin Utsman ayah beliau sendiri
Di Mosul
- Ubaidillah bin as Samin,termasuk guru pertama Ibnu Shalah
- Nashr bin Salamah al Hiti
- Mahmud bin Ali al maushili
- Abul Muzhaffar bin al Barni
- Abdulmuhsin bin ath Thusi
Di Baghdad
- Abu Ahmad bin Sukainah, ulama besar di tanah Bagdad
- Abu hafsh bin Tharzadza
Di tanah Persia
Abul Qasim Abdulkarim bin Abdul Fadhl ar Rafi’I,imam besar mazhad Syafi’I
Di Hamadan
Abul Fadhl bin a
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

