Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Abu Usman Al-Fauzi Lueng Le
✓ Terverifikasi Tim Riset

Abu Usman Al-Fauzi Lueng Le

lahir 1921 M · 16.479 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Dalam penelusuran catatan sejarah, Abu Lueng Ie lahir pada tahun 1921 M, tepatnya di Gampong Cot Cut, sebuah gampong yang berada dalam wilayah Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

 Daftar Isi Profil Abu Usman Al-Fauzi Lueng Le

  1. Kelahiran
  2. Murid Kesayangan Abuya Muda Waly
  3. Mendirikan Dayah
  4. Mursyid Thariqat
  5. Menyebarkan Thariqat
  6. Membuka Majelis Taklim
  7. Pendakwah Paham Aswaja
  8. Peranan di Politik
  9. Teladan

Kelahiran

Teuku H. Usman Al-Fauzy atau yang kerap disapa dengan panggilan Abu Lueng Le lahir pada tahun 1921 M, tepatnya di Gampong Cot Cut, sebuah gampong yang berada dalam wilayah Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.

Salah seorang putra beliau, Abon Tajuddin, menceritakan ayahanda beliau berasal dari kalangan Teuku sehingga pada masa kanak dan remaja mampu masuk sekolah favorit masa dulunya, sehingga wajarlah Al-Mukarram Abu Lueng Le mampu banyak menguasai bahasa Asing baik Inggris dan lainnya.

Teungku Amiruddin, salah seorang guru senior di dayah Abu Lueng Ie, menyebutkan sapaan nama akhir beliau Al-Fauzy secara etimologi bermakna "kemenangan". Namun gelar " Al-Fauzy" itu merupakan laqab yang diberikan oleh gurunya Abuya Muda Waly, yang bermakna tembus dari cobaan dan ujian.

Murid Kesayangan Abuya Muda Waly

Konon cerita Al-Mukarram Abu Lueng Ie salah seorang murid kesayangan Al-Mujaddin Abuya Muda Waly, tentu saja pasca bermacam ujian yang dilakukan oleh Abuya Muda Waly, Abu Lueng Ie mampu dan berhasil menjalaninya. Sang Ulama kharismatik itupun di semat gelar " Al-Fauzy"

Abu Lueng Ie juga memiliki hubungan erat dengan Abuya Muhammad Muda Waly Al-Khalidi, hubungan keduanya sebagai guru dan murid. Abu Lueng Ie adalah murid keasayangan Abuya, bahkan sebagian sumber menyebutkan beliau adalah pemegang kas dayah semasa menentut ilmu di Darussalam, Labuhan Haji, Aceh Selatan. (Amiruddin, 2015).

Abu Lueng Ie pada mulanya sebelum mengenal dengan dayah dan Abuya Muda Waly, sehari-hari sebagai pedagang di seputaran kota di wilayah tersebut. Abu Lueng Ie saat itu belum mengenal sosok Abuya Muda Waly sebagai seorang yang Alim, Al-Mujaddin dan mursyid.

Salah seorang putra al-marhum Al-Mukarram Abu Lueng Ie kepada penulis, menceritakan pada awalnya Abu tidak mengenal ulama besar Abuya Muda Waly, konon pada suatu hari Abuya berpidato di seputaran kota Kutaraja di Masjid Raya Baiturrahman.

Abu Lueng Ie muda melihat ada keanehan dengan sang orator, sesuatu yang belum pernah Abu Lueng Ie lihat, di mana awan melindungi Abuya saat berpidato, raut wajah yang sangat bercahaya dengan aura yang mengesankan dan beberapa hal keajaiban dan ketakjuban dalam pandangan Abu Lueng Ie saat itu.

Sosok Abu Lueng Ie juga merupakan dikenal sebagai veteran pada masa penjajahan, tentunya beliau ketika masih muda bertugas dan mengawal para ulama di saat acara penting dan sakral.

Saat Abuya menyampaikan tusyiah atau khutbahnya, Abu lueng melihat sosok yang sangat menakjubkan dan wajah beraura menakjubkan.

Keinginan untuk menuntut ilmu ke dayah terinspirasi dengan sosok Abuya Muda Waly dengan penampilan aura muka bercaya dan sangat bersahaja.

selain itu, Abu Lueng Ie berkeinginan untuk belajar ke dayah Labuhan Haji sepertinya ikut terganjal. Setelah bermusyawarah dengan ibu, Abu tidak diizinkan untuk pergi jak beut sebagai putra semata wajang.

Biarpun beberapa kali diminta sang Ibupun tidak juga megiyakan permintaan Abu Lueng Ie, sampai akhirnya, Abuya pun telah mengambil sebuah sikap bahwa Abu Lieng Ie harus ikut Abuya Muda Waly untuk menuntut ilmu di dayah Labuhan Haji walaupun ibu ti

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+