Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sahabat Hakim bin Hazam
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sahabat Hakim bin Hazam

wafat 0674 M · 3.615 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nama lengkapnya adalah Hakim bin Hazam bin Asad bin Abdul Gazi. Beliau adalah ponakan dari Sayyidah Khadijah istri Rasulullah SAW. Sebelum dan sesusah kenabian beliau adalah sahabat akrab Nabi Muhammad SAW.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi Biografi Hakim bin Hazam

1.    Riwayat Hidup
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Kisah-kisah
2.1  Lahir di Dalam Kabah
2.2  Memeluk Islam
2.2  Menunaikan Ibadah Haji
2.3  Berhenti Meminta-minta

3.    Chart Silsilah Sanad

4.    Referensi

Nama lengkapnya adalah Hakim bin Hazam bin Asad bin Abdul Gazi. Beliau adalah ponakan dari Sayyidah Khadijah istri Rasulullah SAW. Sebelum dan sesusah kenabian beliau adalah sahabat akrab Nabi Muhammad SAW.

1. Riwayat Hidup

1.1 Lahir

Sejarah mencatat Hakim bin Hazam adalah satu-satunya anak yang lahir di dalam Ka’bah yang agung.

1.2 Wafat

Hakim bin Hazam wafat pada tahun 54 Hijriyah.

2. Kisah-kisah

2.1 Lahir di Dalam Ka’bah

Sejarah mencatat, Hakim bin Hazam adalah satu-satunya anak yang lahir dalam Kabah yang agung. Ceritanya sebagai berikut. Pada suatu hari ibunya yang sedang hamil tua masuk ke dalam Kabah bersama rombongan orang-orang sebayanya untuk melihat-lihat Kabah. Hari itu Kabah dibuka untuk umum sesuai dengan ketentuan. Ketika berada dalam Kabah, perut ibu tiba-tiba terasa hendak melahirkan. Dia tidak sanggup lagi berjalan keluar Kabah. Seseorang lalu memberikan tikar kulit kepadanya, dan lahirlah bayi itu di atas tikar tersebut. Bayi itu adalah Hakim bin Hazam bin Khuwailid, yaitu anak laki-laki dari saudara Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid.

Hakim bin Hazam dibesarkan dalam keluarga keturunan bangan yang berakar dalam dan terkenal kaya. Karena itu, tidak heran kalau beliau menjadi orang pandai, mulia, dan banyak berbakti. Beliau diangkat menjadi kepala kaumnya dan diserahi urusan rifadah (lembaga yang menangani orang-orang yang kehabisan bekal ketika musim haji) di masa jahiliah. Untuk itu beliau banyak berkorban harta pribadinya. Beliau bijaksana dan bersahabat dekat dengan Rasulullah sebelum beliau menjadi Nabi. Sekalipun Hakim bin Hazam kira-kira lima tahun lebih tua dari Nabi , tetapi beliau lebih senang, lebih ramah, dan lebih suka berteman dan bergaul dengan beliau. Rasulullah mengimbanginya pula dengan kasih sayang dan persahabatan yang lebih akrab. Kemudian, ditambah pula dengan hubungan kekeluargaan, karena Rasulullah mengawini bibi Hakim, Khadijah binti Khuwailid RA, hubungan di antara keduanya bertambah erat.

2.2 Memeluk Islam

Meskipun hubungan antara Hakim dan Rasulullah SAW sangat erat, ternyata Hakim tidak segera masuk Islam, melainkan sesudah pembebasan kota Mekah dari kekuasaan kafir Quraisy, kira-kira dua puluh tahun sesudah Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Orang memperkirakan Hakim bin Hazam, yang dikaruniai Allah akal sehat dan pikiran tajam ditambah dengan hubungan kekeluargaan, serta persahabatan yang akrab dengan Rasulullah, akan menjadi mukmin pertama-tama yang membenarkan dakwah Muhammad, dan menerima ajarannya dengan spontan. Tetapi, Allah berkehendak lain. Dan, kehendak Allah jualah yang berlaku.

Setelah beliau masuk Islam dan merasakan nikmat iman, timbullah penyesalan mendalam, karena umurnya hampir habis dalam kemusyrikan dan mendustakan Rasulullah. Putranya pernah melihat dia menangis, lalu bertanya, “Mengapa Bapak menangis?”

“Banyak sekali hal-hal yang menyebabkan Bapak menangis, hai anakku!” jawab Hakim.

“Pertama, keterlambatan masuk Islam menyebabkan aku tertinggal

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+