Ummu Waraqah binti Abdullah atau dikenal dengan Ummu Waraqah binti Naufal, beliau putri dari Abdullah bin al- Haris bin Uwaimar bin Naufal al-Anshariyah, dinisbahkan kepada kakeknya.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Ummu Waraqah binti Naufal
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Kisah-kisah
2.1 Gelar Ummu Waraqah
2.2 Ummu Waraqah di Mata Rasulullah SAW
2.3 Berharap Mati Syahid
2.4 Hadis Ummu Waraqah
4. Referensi
Ummu Waraqah binti Abdullah atau dikenal dengan Ummu Waraqah binti Naufal, beliau putri dari Abdullah bin al- Haris bin Uwaimar bin Naufal al-Anshariyah, dinisbahkan kepada kakeknya.
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Tidak diketahui secara pasti tahun kelahirannya Ummu Waraqah binti Naufal karena minimnya sumber informasi.
1.2 Wafat
Ummu Waraqah binti Naufal wafat dibunuh oleh budaknya saat beliau masih tidur. Beliau wafat diperkirakan tahun 610 Masehi
2. Kisah-kisah
2.1 Gelar Ummu Waraqah
Ummu Waraqah binti Naufal termasuk wanita yang mulia dan yang paling mulia pada zamannya. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam telah mengunjungi beliau beberapa kali dan beliau menjulukinya dengan gelar asy-Syahidah.
2.2 Ummu Waraqah di Mata Rasulullah SAW
Rasulullah SAW sangat menghormati Ummu Waraqah binti Naufal. Beliau SAW kerap kali mengunjungi rumahnya sebagai salah satu bentuk penghormatannya. Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga mengangkat seorang muadzin yang sudah lanjut usia khusus untuk Ummu Waraqah binti Naufal.
Ummu Waraqah binti Naufal disarankan oleh Rasulullah SAW untuk menjadikan rumahnya sebagai masjid. Dan Ummu Waraqah binti Naufal sebagai imam khusus bagi kaum Muslimah.
2.3 Berharap Mati Syahid
Beliau adalah seorang wanita yang memiliki ghirah (semangat) tinggi terhadap Islam dan bercita-cita untuk mati syahid di jalan Allah dalam rangka meninggikan kalimat Allah. Oleh karena itu, beliau tidak terhalang untuk berjihad bersama kaum muslimin dan mendapatkan pahala mujahidin. Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam hendak berangkat Perang Badar, Ummu Waraqah berkata kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, “Ya Rasulullah, izinkanlah aku berangkat bersama anda, sehingga aku dapat mengobati orang-orang yang terluka di antara kalian, merawat orang yang sakit di antara kalian, dan agar Allah mengaruniai diriku syahadah (mati syahid).”
Kemudian Nabi Shallallahu alaihi wassalam menjawab, “Sesungguhnya Allah akan mengaruniai dirimu syahadah, tapi tinggallah kamu di rumahmu, karena sesungguhnya engkau adalah syahidah (orang yang akan mati syahid).”
Disebutkan dalam al-Musnad dan as-Sunan dari hadis Abdurrahman bin Khalad dari Ummu Waraqah mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam mengunjungi beliau di rumahnya, kemudian memberikan seorang muadzin untuknya. Abdurrahman berkata, “Aku melihat muadzin tersebut seorang laki-laki yang sudah tua.”
Jadilah rumah Ummu Waraqah RA, rumah Allah yang di sana, ditegakkan salat lima waktu. Alangkah terhormatnya seorang wanita yang menduduki posisi sebagaimana seorang wanita mukminah seperti Ummu Waraqah.
Ummu Waraqah senantiasa istiqamah dengan keadaannya, yaitu menjaga syariat-syariat Allah hingga pada suatu ketika budak dan jariyahnya yang telah dijanjikan oleh beliau akan dimerdekakan setelah beliau wafat. Ketika pagi Umar bin Khaththab berkata, “Demi Allah, aku tidak mendengar suara bacaan Al-Quran dari bibiku semalam.&rdq
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

