KH. Ahmad Sholeh membina Pondok Pesantren Langitan dengan lebih tekun lagi. Sekurang-kurangnya dengan ilmu beliau yang dalam, budi pekertinya yang luhur, kewibawaan dan kesederhanaannya, beliau telah dapat membawa Pondok Pesantren Langitan pada tingkat kemajuan dan perkembangan yang sangat tinggi.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga KH. Ahmad Sholeh
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga KH. Ahmad Sholeh
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan KH. Ahmad Sholeh
2.1 Guru-guru KH. Ahmad Sholeh
3. Penerus KH. Ahmad Sholeh
3.1 Anak-anak KH. Ahmad Sholeh
3.2 Murid KH. Ahmad Sholeh
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah KH. Ahmad Sholeh
4.1 Perjalanan Menuntut Ilmu KH. Ahmad Sholeh
4.2 Mengembangkan Sistem Pendidikan di Pondok Pesantren Langitan
5. Keteladanan KH. Ahmad Sholeh
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga KH. Ahmad Sholeh
1.1 Lahir
KH. Ahmad Sholeh adalah putra kedua dari KH. Muhammad Nur pendiri Pondok Pesantren Langitan. Beliau lahir di Tuban sekitar tahun 1820 an.
1.2 Riwayat Keluarga KH. Ahmad Sholeh
Mbah Sholeh menikah 1287 Hijriyah dengan Raden Nyai Asriyah, puteri KH. Mukhtar (pengasuh Pondok Pesantren Cepoko, Kabupaten Nganjuk). Dari pernikahan tersebut lahir putera dan puteri diantaranya:
- Nyai Shofiyah (dinikahkan dengan KH. Khozin, penerus estafet K.H. Ahmad Sholeh di Pondok Pesantren Langitan)
- KH. Dahlan Hasbullah
- KH. Adnan
- Nyai Sholihah (dinikahkan dengan KH. Zainuddin Mojosari, Kabupaten Nganjuk)
- Nyai Khodiyah (dinikahkan dengan KH. Rofi’i Gondanglegi, Kabupaten Nganjuk)
- Satu puteri lagi yang dinikahkan dengan KH. Nur Iman (berdomisili di Tuban).
1.3 Wafat
KH. Ahmad Sholeh mengasuh Pondok Pesantren Langitan, selama kurang lebih 32 tahun. Beliau wafat pada tahun 1320 H./1902 M. dan dimakamkan di kompleks pesarean keluarga di Desa Widang, kurang lebih 400 meter sebelah utara kompleks Pondok Pesantren Langitan.
2. Sanad dan Pendidikan KH. Ahmad Sholeh
KH. Ahmad Sholeh adalah putra kedua dari sembilan bersaudara. Tahun kelahirannya tidak dapat diketahui, tetapi dari segi pendidikannya, beliau sejak kecil, bersama-sama dengan saudaranya, menerima pendidikan Islam dari ayahnya sendiri di Langitan, mengenai cara belajar membaca al-Qur’an, Tajwid, Tauhid, Fiqh dan lain sebagainya. Dan di bimbing langsung oleh Ayahnya KH. Muhammad Nur.
2.1 Guru-guru KH. Ahmad Sholeh
- KH. Muhammad Nur (Ayahanda KH. Ahmad Sholeh)
- K.H. Abdul Qodir atau Abdul Qohhar (Pesantren Al-Najiyah Sidoresmo, Surabaya)
- K.H. Hasbullah (Pesantren Sambilangan, Madura)
- Syekh Nawawi Banten
- Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan (Imam dan Mufti Mahzab Syafi’i di Mekkah al-Mukaromah)
- Syekh Muhammad Al-Muqri
- Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah Al-Makki
- Syekh Ahmad Nahrowi
- Sayyid Muhammad Saleh bin Sayyid Abdur Rah
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

