Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Ijazah Wirid Membaca Al-Fatihah 100 Kali dan Khasiatnya
✓ Terverifikasi Tim Riset

Ijazah Wirid Membaca Al-Fatihah 100 Kali dan Khasiatnya

16.123 kali dibaca · Amaliyah dari Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Ketika KH. Abdul Hamid Pasuruan masih hidup, beliau pernah memberikan ijazah amalan wirid membaca surat Al-Fatihah sebanyak seratus kali setiap hari.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Laduni.ID, Jakarta - Ketika KH. Abdul Hamid Pasuruan masih hidup, beliau pernah memberikan ijazah amalan wirid membaca surat Al-Fatihah sebanyak seratus kali setiap hari. Ijazah ini ditulis secara resmi oleh Idaroh ‘Aliyyah Jama’aah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) pada tanggal 29 Muharram 1411 H/20 Agustus 1990 M, dan diperuntukkan bagi warga Nahdliyin.

Ijazah ini kemudian tersebar luas dan diamalkan oleh banyak orang, khususnya para warga Nahdliyin. Banyak yang merasa mendapatkan khasiat wirid ini. Salah satunya adalah Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur, pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur. Beliau merasakan khasiatnya, antara lain kesuksesan demi kesuksesan yang telah diraihnya dalam banyak hal diyakininya sebagai wujud dari keberkahan amalan wirid ini.

Tidak diragukan sama sekali, bahwa banyak sekali fadhilah dan manfaat membaca wirid surat Al-Fatihah 100 kali setiap hari. Ada banyak keajaiban yang dapat dirasakan, jika diamalkan secara istiqomah, sebagaimana yang dikatakan oleh KH. Abdul Hamid di dalam ijazah tertulisnya itu.

Beberapa khasiat lain yang dapat dirasakan oleh orang yang mengamalkan wirid Al-Fatihah ini secara istiqomah di antaranya adalah terlindung dari orang zalim, menangkal sihir, dikabulkannya segala hajat yang baik, mendapatkan rezeki ketika sedang dalam kesulitan, memperbagus perilaku dan dimudahkannya dalam memahami ilmu, dll.

Tapi sebenarnya setiap orang dapat merasakan khasiatnya jika diamalkan secara istiqomah, meski tentu berbeda-beda macamnya, tergantung kebutuhan jiwa atau keadaan seseorang saat mengamalkannya.

Di dalam banyak kitab, khususnya kitab tafsir, banyak dijumpai keterangan tentang keistimewaan surat Al-Fatihah. Surat ini memang mempunyai keutamaan dan keagungan yang luar biasa dibandingkan surat-surat Al-Qur'an lainnya. Tidak salah jika kemudian surat Al-Fatihah menjadi surat pembuka sekaligus penutup di dalam setiap acara majelis ilmu, dzikir, dan acara keagamaan lainnya.

Surat Al-Fatihah juga menjadi rukun utama dalam shalat. Jika kita tidak membacanya dalam ibadah shalat, maka shalat kita dianggap tidak sah dan batal.

Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa surat Al-Fatihah merupakan surat Al-Qur'an yang paling mulia di antara yang lainnya. Sebagaimana keterangan di dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut ini:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ

“Alhamdulillah Rabbil ‘alamin, adalah tujuh surat terbesar yang berisi pujian dan terus diulang, intisari dari Al-Quran yang mulia yang diturunkan kepadaku.” (HR. Bukhari)

Surat Al-Fatihah juga disebut sebagai cahaya. Sebagaimana yang disebutkan dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda:

أَبْشِرْ بِنُوْرَيْنِ أُوْتِيْتُهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ فَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَخَوَاتِيْمِ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ لَنْ تَقْرَأَ حَرْفًا مِنْهُمَا إلَّا أُعْطِيْتَهُ

“Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu, yang tidak diberikan kepada Nabi sebelummu, yaitu surat Al-Fatihah dan dua ayat penutup surat Al-Baqarah. Kamu tidak membaca satu huruf pun dari keduanya kecuali kamu pasti akan diberi." (HR. Muslim)

Dari keterangan tersebut, menjadi jelas dan tidak ada perdebatan sama sekali tentang keutamaan surat Al-Fatihah. Karena itu, banyak sekali para ulama dan wali besar yang juga menulis dan membaca surat Al-Fatihah secara rutin hingga menjadi rutinitas yang disebut wirid. Di antara ulama besar Mazhab Syafi’i yang menulis keutamaan dan menganjurkannya untuk diamalkan adalah Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali. Beliau menulis di dalam kitab Ihya’ Ulumuddin tentang amalan w

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+