Dalam sejarah perjuangan Kemerdekaan Indonesia, selalu ada peran wanita di dalamnya. Salah satu wanita tersebut adalah Hajjah Rangkayo Rasuna Said atau biasa disingkat H.R Rasuna Said. Seorang perempuan pemberani yang tak hanya berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, tetapi juga berjuang demi pemberdayaan perempuan.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.4 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Kiprah di Politik
3.2 Menjadi Jurnalis
3.3 Pasca Kemerdekaan
3.4 Kampanye Hak-Hak Perempuan
4. Penghargaan Menjadi Pahlawan Nasional
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
Dalam sejarah perjuangan Kemerdekaan Indonesia, selalu ada peran wanita di dalamnya. Salah satu wanita tersebut adalah Hajjah Rangkayo Rasuna Said atau biasa disingkat H.R. Rasuna Said, seorang perempuan pemberani yang tak hanya berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, tetapi juga berjuang demi pemberdayaan perempuan.
1.1 Lahir
H.R. Rasuna Said lahir pada tanggal 14 September 1910 M di Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Beliau berasal dari keluarga bangsawan Minangkabau di mana ayah beliau bernama Muhammad Said merupakan seorang saudagar Minangkabau sekaligus juga seorang aktivis.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1929, H.R. Rasuna menikah dengan Duski Samad, seorang rekan pengajar dan aktivis politik. Orang tua beliau tidak merestui pernikahan tersebut, mereka memiliki anak seorang putri, tetapi pernikahan itu berakhir dengan perceraian pada awal tahun 1930-an. Beliau kemudian diam-diam menikah dengan Bariun AS, meskipun beliau mengatakan bahwa perjuangan kemerdekaan lebih penting daripada suami beliau.
1.3 Wafat
H.R. Rasuna Said meninggal di Jakarta pada tanggal 2 November 1965. Jenazah beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Keluarga H.R. Rasuna Said adalah keluarga beragama Islam yang taat. Beliau dibesarkan di rumah paman beliau, karena pekerjaan ayah beliau membuatnya sering tidak berada di rumah. Tidak seperti saudara-saudara beliau, beliau bersekolah di sekolah agama, dan kemudian pindah ke Padang Panjang, di mana beliau bersekolah di Diniyah School, yang menggabungkan mata pelajaran agama dan mata pelajaran khusus.
Setelah menyelesaikan jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), H.R. Rasuna Said remaja dikirimkan sang ayah untuk melanjutkan pendidikan di Pesantren Ar-Rasyidiyah. Saat itu, beliau merupakan satu-satunya santri perempuan. Beliau dikenal sebagai sosok yang pandai, cerdas, dan pemberani. H.R. Rasuna Said kemudian melanjutkan pendidikan di Diniyah Putri Panjang, dan bertemu dengan Syaikhah Rahmah El-Yunisiyah,
H.R. Rasuna Said sangatlah memperhatikan kemajuan dan pendidikan kaum wanita, beliau sempat mengajar di Diniyah Putri sebagai guru. Namun pada tahun 1930, H.R. Rasuna Said berhenti mengajar karena memiliki pandangan bahwa kemajuan kaum wanita tidak hanya bisa didapat dengan mendirikan sekolah, tetapi harus disertai perjuangan politik. H.R. Rasuna Said ingin memasukkan pendidikan politik dalam kurikulum sekolah Diniyah School Putri, tetapi ditolak. H.R. Rasuna Said kemudian mendalami agama pada Haji Rasul atau Dr. KH. Abdul Karim Amrullah yang mengajarkan pentingnya pembahar
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

