Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Chairuman Arrahbini, Pendiri Pesantren Darul Ulum Kubu Raya
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Chairuman Arrahbini, Pendiri Pesantren Darul Ulum Kubu Raya

1947 – 2020 M · 5.118 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Chairuman Arrahbini lahir pada tanggal 21 Desember tahun 1947 M, dari pasangan Syekh Ali bin Muhammad Ar-Rahbini dan Nyai Mistin. Kyai Haji Chairuman adalah keturunan Ulama Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru Beliau
2.3  Merintis Pesantren

3.    Penerus Beliau
3.1  Anak-anak Beliau

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Karier Beliau

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Chairuman Arrahbini lahir pada tanggal 21 Desember tahun 1947 M, dari pasangan Syaikh Ali bin Muhammad Ar-Rahbini dan Nyai Mistin. Kyai Haji Chairuman adalah keturunan Ulama Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah. Nasab ayah beliau adalah Syekh Ali bin Muhammad bin Ali Muhammad Amin bin Athiyahn Ar-Rahbini. Mengenai nisbat Ar-Rahbini, Rahbin adalah nama sebuah kampung di dekat kota Samannud, Mesir bagian timur.

1.2 Wafat
KH. Chairuman Arrahbini wafat pada 28 Desember 2020, jenazah beliau dimakamkan di komplek Pemakaman pondok pesantren Darul Ulum, Kuala Dua, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

1.3 Riwayat Keluarga
KH. Chairuman Arrahbini menikah dengan putri kyai Jama’ali yang bernama Nyai Mashfufah, pernikahan beliau dikaruniani beberapa anak.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

Sejak kecil pula kiyai Chairuman telah dilatih untuk tawadhu” dan berjiwa sosial. Ketika usia sepuluh tahun, kiyai chairuman mendapat tugas setiap hari jumat untuk menemani sang ayah membawa kerumah pengemis yang buta, sementara kiyai Chairuman kecil menuntun pengemis yang pincang. Terkadang bukan hanya menuntun, tapi memapah pengemis yang sakit.

Kiyai Chairuman kecil juga sering dilibatkan ketika pada saat-saat tertentu sang ayah membagi-bagikan makanan kepada fakir miskin. Sejak kecil juga kiyai Chairuman di latih untuk kuat dan gigih. Beliau sering di ajak sang ayah dan di beri tugas untuk membantu membawa barang-barang baik ketika berbelanja ke pasar maupun ketika berpergian.

 Adapun pendidikan formal, beliau memulai dengan belajar di Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar di kampung halaman, yaitu Madrasah Khoiruddin Gondanglegi dan Sekolah Rakyat Mercoyo Gondanglegi. Pendidikan dasar itu selesai pada tahun 1963 M. Kemudian beliau masuk Madrasah Muallimin NU Gondanglegi. Ketika itu kepala Madrasahnya kiyai Mastur.

Beliau pernah nyantri kepada KH. Hasyim Asy’ari di Tebu Ireng Jombang. Beliau terkenal sangat disiplin, semua guru hormat dan segan kepada beliau. Maka satu lagi kiyai Chairuman mendapatkan pendidik yang berkualitas. Setelah masuk ke Madrasah Muallimin NU itu, baru masuk enam bulan dikelas satu, dewan guru menaikannya ke kelas dua.

Selama belajar di Madrasah Muallimin NU itu, kiyai Chairuman muda aktif di berbagai kegiatan, bahkan dalam se

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+