Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Nyai Hj. Rofiqoh Dharto Wahab, Pencetus Musik Qasidah Generasi Pertama
✓ Terverifikasi Tim Riset

Nyai Hj. Rofiqoh Dharto Wahab, Pencetus Musik Qasidah Generasi Pertama

1945 – 2023 M · 4.466 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Perjalanan karir beliau beberapa kali mengalami ketidakstabilan. Karya beliau pernah diklaim oleh kelompok Manikebu (seniman dan sastrawan sayap kanan) dalam sengketa melawan Lekra (seniman dan sastrawan sayap kiri) karena pada masa ini Islam dianggap sesuatu yang bertentangan dengan PKI.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Memimpin Kelompok Pengajian

4.    Karir-Karir
5.    Penghargaan
6.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 lahir
Nyai Hj. Rofiqoh Dharto Wahab, lahir 18 April 1945, di Kranji, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Ayah beliau, KH. Ahmad Munawwir adalah pengasuh Pesantren Munawwirul Anam Kabupaten Pekalongan yang memiliki ribuan santri, dan ibu beliau Hj. Munadzorah berasal dari keluarga Pesantren Buntet, Cirebon.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1965, Hj. Rofiqoh berpindah ke Jakarta dan menemukan pasangan hidup beliau yaitu Dharto Wahab (seorang wartawan yang beralih profesi menjadi pengacara).

1.3 Wafat
Hj. Rofiqoh Dharto Wahab wafat pada Rabu, 12 Juli 2023 pukul 08.45 WIB di RS Haji Pondok Gede Jakarta. Jenazah terlebih dahulu disemayamkan di kediaman beliau, di Jalan H Nawi 45, Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Hj. Rofiqoh sudah mulai menderita berbagai macam penyakit sejak 2019 lalu. Kemudian Hj. Rofiqoh keluar-masuk RS untuk mendapatkan perawatan, hingga akhirnya mengembuskan nafas terakhir di usia 78 tahun.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Beliau menempuh pendidikannya di:
1. Muallimat Wonopringgo Pekalongan,
2. Pesantren Lasem Rembang,
3. Pesantren Buntet Cirebon.

Di pesantren terakhir inilah beliau banyak belajar dan mengasah kemampuan beliau membaca Al-Qur’an secara tepat dan indah, yang kelak menjadi modal penting beliau menjadi penyanyi Qasidah. Sejak muda Hj. Rofiqoh telah menekuni dan mengikuti lomba tilawatil Qur'an dari tingkat kecamatan hingga provinsi.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Munawwir (ayah)
2. Hj. Munadzorah (ibu)

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Memimpin Kelompok Pengajian
Sejak suami beliau wafat tahun 1997, Hj. Rofiqoh mengurangi intensitas kegiatan luar rumah. Hj. Rofiqoh mengelola dan memimpin kelompok pengajian Ittihadul Ummahat (Persatuan Ibu-ibu) di kawasan kota legenda di Bekasi Timur, mengelola kelompok pengajian Romuna (akronim dari Rofiqoh, Munawwir, dan Munadzorah), dan Yayasan Gadi Fi Muna yang membawahi majlis taklim, taman kanak-kanan dan sejumlah kegiatan sosial.

Beliau menjadi muballighah dan aktivis sosial, satu persambungan saja dari kegiatan-kegiatan sosial-keagamaan yang dijalani sebelumnya, baik sebagai qori’ah maupun penyanyi qasidah.

4. Karir-Karir
Perjalanan karir beliau beberapa kali mengalami ketidakstabilan. Karya beliau pernah diklaim oleh kelompok Manikebu (seniman dan sastrawan sayap kanan) dalam sengketa melawan Lekra (seniman dan sastrawan sayap kir

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+