Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Biogafi KH. Hendra Zainuddin, M.Pd.I, Mursyid TQN Palembang
✓ Terverifikasi Tim Riset

Biogafi KH. Hendra Zainuddin, M.Pd.I, Mursyid TQN Palembang

lahir 1973 M · 19.507 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Hendra Zainuddin, M.Pd.I. Ia lahir pada 04 Desember 1973 di Palembang adalah putra kedua pasangan Drs. Zainuddin Thalib dan Hj. Rukmini.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru
2.3  Mendirikan Pondok Pesantren

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Karya-Karya
3.2  Karier

4.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 
1.1 Lahir

KH. Hendra Zainuddin, M.Pd.I., lahir pada tanggal 04 Desember 1973 di Palembang, beliau adalah putra kedua dari pasangan Drs. Zainuddin Thalib dan Hj. Rukmini.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Sejak kecil, beliau ditempa dengan pendidikan agama Islam baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga. KH. Hendra Zainuddin, M.Pd.I menempuh pendidikan Dasar di SD 100 Palembang (tamat tahun 1986) dan melanjutkan pendidikan di MTs II Palembang (tamat tahun 1989).

Selanjutnya, beliau memperdalam ilmu agama di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura (tamat tahun 1994). KH. Hendra Zainuddin, M.Pd.I juga menempuh studi di perguruan tinggi. Untuk jenjang pendidikan Strata Satu (S-1) di Fakultas Ushuluddin (tamat tahun 2000). Sementara jenjang Strata Dua (S-2) dengan konsentrasi di bidang Manajemen Pendidikan Islam (tamat tahun 2004). Keduanya merupakan lembaga Pendidikan IAIN (sekarang UIN) Raden Fatah Palembang.

2.2 Guru-Guru
1. Drs. Zainuddin Thalib
2. KH. Achmad Chalwani

2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
Sejak masih muda, beliau sangat concern  dengan kehidupan dunia pesantren. Di usia 22 tahun, beliau telah berani mendirikan pondok pesantren yang bernama “Pondok Pesantren Inayatullah Gasing” yang sampai saat ini masih diamanahkan menjadi pembina di pesantren tersebut. Pada tahun 2007, KH. Hendra Zainuddin M.Pd.I mendirikan pesantren khusus Tahfidz Al-Qur’an, yakni Pesantren Aulia Cendekia Palembang.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Perkenalannya dengan Tarekat Qodiriah wa Naqsyabandiyah terjadi pada 2007, bermula ketika Mursyid Kamil wa Mukammil KH. Achmad Chalwani berkunjung ke Palembang, tepatnya ke Pondok Pesantren Asy-Syamsuddiniyah, dalam suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh Al-Faqir Miftahuddin Kasno.

Pada saat itulah, KH. Hendra Zainuddin, M.Pd.I bersama Ir. H. Darna Dahlan MM, dan Drs. H. Sunarto, berbai’at pada seorang Mursyid Kamil wa Mukammil Tarekat Qodiriah wa Naqsyabandiyah Berjan Purworejo, Romo KH. Achmad Chalwani. Sejak berbai’at dengan Romo KH. Achmad Chalwani pada tahun 2007 lalu, mulai saat itu KH. Hendra Zainuddin, M.Pd.l “melakoni” amaliyah dan praktik Tarekat Qodiriah wa Naqsyabandiyah sampai sekarang.

Pada tahun 2014, untuk kali pertama KH. Hendra Zainuddin, M.Pd. mengikuti khalwat di Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Gebang, Purworejo. Khalwat dapat dimaknai menjauhkan diri dari banyak bergaul dengan manusia atau mengasingkan diri untuk sementara waktu dari kesibukan duniawi. Dalam keadaan ini seseorang lebih mudah menghilangkan kebimbangan hatinya kepada selain Allah Swt dan menunjukkan seluruh hati dan pikirannya kepada Allah semata (Abu Bakar Aceh, 1936:130).

Selama melakukan khalwat, s

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+