Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Biogafi KH. Ahmad Abrori Akwan, Muasis Pesantren Al-Hidayat Pesawaran
✓ Terverifikasi Tim Riset

Biogafi KH. Ahmad Abrori Akwan, Muasis Pesantren Al-Hidayat Pesawaran

1947 – 2012 M · 17.913 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Ahmad Abrori Akwan lahir di Bindu, Peninjauan, OKU, Sumatera Selatan pada tanggal 31 Desember 1947. Beliau adalah putra kedua dari lima bersaudara dari pasangan Kiyai Ahmad Akwan bin Hasbullah dan Nyai Sayyah binti Muhammad Sholih

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pondok Pesantren
3.2  Karier

4.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 
1.1 Lahir

KH. Ahmad Abrori Akwan lahir di Bindu, Peninjauan, OKU, Sumatera Selatan pada tanggal 31 Desember 1947. Beliau adalah putra kedua dari lima bersaudara dari pasangan Kyai Ahmad Akwan bin Hasbullah dan Nyai Sayyah binti Muhammad Sholih

1.2 Wafat
Beliau wafat pada hari Senin 25 Juni tahun 2012 di Kedinding Surabaya, seusai mengikuti acara Chaul Masyayikh di Pondok Pesantren Al-Fithroh Kedinding Surabaya.

1.3 Riwayat Keluarga
Pada tanggal 16 Agustus 1972/7 Rajab 1392, saat itu beliau masih nyantri di pesantren KH. Ma’shum Lasem, beliau dinikahkan oleh KH. Ma’shum dengan seorang gadis yang juga santri KH. Ma’shum, yaitu Nur Aini binti Haji Afnan Gresik. Ketika walimatul ‘urs di Gresik, beliau diakadkan kembali oleh waliyullah Mursyidut-Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah As-Syekh Muhammad Utsman Al-Ishaqi ayahanda Syaikhina wa Murobbi ruhina Ahmad Asrori Utsman Al-Ishaqi. Kemudian pada tahun 1974 beliau pulang (“boyong”, istilah pesantren) dari pesantren Mbah Ma’shum ke tempat kelahiran Istrinya, yaitu daerah Gresik.

Dalam pernikahan KH. Ahmad Abrori Akwan dengan Nyai Hj. Nur Aini ini oleh Allah dikaruniai enam orang putra-putri, yaitu Hj. Lu’lu’ul Ma’shumah, KH. Ahmad Ma’shum Abror, KH. Rusydi Ubaidillah Abror, H. Muhammad Yusuf. S. Si, Hj. Nia Zainiah, dan Hj. Durrotun Nafisah.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Setelah lulus dari pendidikan Madrasah Ibtida’iyah Nurul Islam Bindu Baturaja (1955–1961), beliau tidak langsung meneruskan jenjang pendidikannya, tetapi beristirahat atau berhenti sementara selama setahun karena ikut orang tuanya melanglang buana yang akhirnya ikut serta membuka lahan di gerning Tegineneng Pesawaran (dulu Lampung Selatan) Lampung.

Kemudian pada tahun 1963 beliau memulai pengembaraannya ke jawa dalam rangka menuntut ilmu agama, tepatnya di Pondok Pesantren An-Nur Lasem Rembang Jawa Tengah dalam asuhan KH. Manshur bin KH. Kholil Zuhdi, salah satu katib pribadi Syekh Mahfudz Termas dan salah seorang dari pendiri Organisasi Nahdlatul Ulama’.

Tetapi KH. Ahmad Abrori Akwan hanya sebentar di Pesantren An-Nur ini. Selanjutnya beliau pindah ke Pesantren Al-Hidayat Soditan Lasem Rembang Jawa Tengah, dalam asuhan waliyullah KH. Ahmad Ma’shum (Mbah Ma’shum Lasem) bin Ahmad bin Abdul Karim, yaitu ayahanda mbah Ali Ma’shum Krapyak Jogjakarta.

Selama di Pesantren Al-Hidayat, beliau tidak cuma di tempah dengan ilmu-ilmu agama oleh Mbah Ma’shum, tetapi juga tentang hidup bermasyarakat, menghadapi kehidupan dan berorganisasi. Hal ini terlihat dari seringnya beliau diajak jalan-jalan dari desa ke desa dalam rangkah berdakwah oleh KH. Mashum, dan disuruh membantu mengurusi kebutuhan keluarga KH. Ma’shum, serta ikut mengurusi pondok pesantren dan anak-anak muda di lingkungan pesantren.

Sehingga karena keuletan dan ketekuna

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+