Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdul Aziz, Pendiri Pesantren MIA Tulungagung
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdul Aziz, Pendiri Pesantren MIA Tulungagung

lahir 1942 M · 5.429 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abdul Aziz lahir di Tulungagung, tepatnya di desa Mojosari, Kecamatan Kauman tahun 1942. Mengenai tanggal dan bulan tidak diketahui secara pasti. Nama asal beliau adalah Moedamsir.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru Beliau
2.3  Pengasuh Pondok Pesantren
2.4  Mendirikan Pondok Pesantren

3..   Penerus Beliau
3.1  Anak Beliau

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Karier Beliau

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. Abdul Aziz lahir di Tulungagung, tepatnya di desa Mojosari, Kecamatan Kauman tahun 1942. Mengenai tanggal dan bulan tidak diketahui secara pasti. Nama asal beliau adalah Moedamsir. Orang-orang mengenal beliau sebagai sosok yang pemberani, namun juga humoris dan sangat akrab dengan masyarakat dari berbagai lapisan dan golongan. Masyarakat disapanya dengan ramah, namun demikian tetap segan dan menaruh hormat kepada beliau karena kewibawaan dan kharismanya yang begitu tinggi. Beliau merupakan putra keempat dari Bapak Munadi dan Ibu Inah dari enam bersaudara. Sekaligus sebagai putra yang gemar mondok.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada sekitar tahun 1965 KH. Abdul Aziz mengakiri masa lajangnya dengan menikahi Ibu Muntianah, Ibu Muntianah adalah putri dari Bapak Munahid dan Ibu Tonah Sumbergempol. Saat itu ibu Muntianah diasuh oleh neneknya (mbah Musi) Pacet. Pernikahan beliau dengan ibu Muntianah dikaruniai 5 putra, yaitu Ning Mir‟atul Hasanah, Gus Samsul Umam, Ning Ni‟matul Basroh, Ning Siti Khumayah dan Gus M. Bahrudin.

Sudah menjadi sunnatullah, apabila seorang akan diangkat ke derajat yang lebih tinggi, maka Allah akan mengujinya lebih dahulu. Demikian halnya dengan KH. Abdul Aziz, pada tahun 1981 beliau diuji dengan wafatnya istri tercinta, setelah melahirkan putra kelima. Namun luka kesedihan yang melanda segera terobati dengan menikahi Ibu Nyai Sa‟adah, putri dari KH Nurudin Ghozali, Bolu, Karangrejo. Ketika disunting oleh KH. Abdul Aziz, ibu Nyai Sa‟adah memiliki dua putra yaitu Ning Halimatus Sa‟diyah dan Gus Syaifuddin Zuhri. Setelah pernikahan beliau berjalan 4 tahun, barulah dikarunia seorang putri yang bernama Ning Alien Kholifah.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

Karena ketaatan KH. Abdul Aziz kepada sang guru menjadikan beliau santri yang disayangi. Sehingga kemanapun sang guru pergi, beliau sering diajak. Dan di sinilah beliau sering mendapat nasehat-nasehat keagamaan secara langsung dan tak jarang melihat kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh KH Mansur.

Kehausan akan ilmu dan kegairahan untuk selalu berkumpul dengan orang-orang sholeh, membuat beliau tidak puas hanya belajar di Pondok Bancaan, maka segeralah beliau melanjutkan mondok di Pondok Wonokromo Gondang untuk mendalami ilmu alat.

Di pondok yang diasuh oleh alm KH. Nahrowi inilah mulai tampak bakat Beliau dalam menekuni disiplin i

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+