KH. Ma'shum bin Syamsuddin mungkin tidak begitu familiar di masyarakat luas. Namun Mbah Ma'shum bukan orang sembarangan, beliau merupakan sosok Kyai pertama yang mendirikan cabang Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru Beliau
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Cabang Nahdlatul Ulama
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
KH. Ma'shum bin Syamsuddin mungkin tidak begitu familiar di masyarakat luas. Namun Mbah Ma'shum bukan orang sembarangan, beliau merupakan sosok Kyai pertama yang mendirikan cabang Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia.
1.1 Lahir
KH. Ma'shum merupakan ulama besar kelahiran Desa Tinatah, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang.
1.2 Wafat
KH. Ma’shum wafat pada 1947 M. dan dimakamkan di Kidangan, Kabupaten Blora.
Banyak versi menyebut, tiga makam yaitu makam KH. Ma'shum, istrinya, dan makam putranya (Mbah Cholil) bukan di sebelah selatan Masjid Al-Ma'shum yang seperti sekarang, melainkan terletak di perkampungan tanah miliknya.
"Makam KH. Ma'shum dan keluarga, awalnya berada di sebelah pohon Klampis dekat sungai (kali) Kidangan. Karena adanya longsor zaman dulu, makam dipindahkan di sebelahnya masjid," ujar Chamdani, salah seorang cucu dari Mbah Ma'shum.
Menurutnya, proses pemindahan makam tokoh Kyai NU ini bersamaan dengan dipindahkannya makam KH. Cholil (putra Mbah Ma'shum). "Makamnya Mbah Cholil dulu dipindahkan 2 kali. Pertama dari pemakam umum ke perkampungan (peperangan), milik Mbah Ma'shum tahun 1994. Kemudian yang kedua itu tahun 2002 bersama Mbah Ma'shum dan Nyai Ma'shum dipindahkan ke selatan Masjid," katanya.
Nyai Siti Maimunah, istri KH. Cholil membenarkan penyampaian putranya Chamdani. Menurutnya, ada hal menakjubkan pula ketika pemindahan makam. Hal yang mungkin bagi sebagian orang tidak mungkin, namun kejadian itu nyata benar-benar terjadi. "Dipindahkannya makam Mbah Cholil (Putra Mbah Ma'shum) ke-2 kalinya. Jasad, papan, maupun kain kafannya masih utuh," kata Nyai Kholil, sapaan akrabnya.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
KH. Ma'shum pernah nyantri di Pesantren Tebuireng Jombang, setelah lulus Mbah Ma'shum mendirikan Cabang Nahdlatul Ulama dan Pesantren di Blora,
2.2 Guru Beliau
KH. Hasyim Asyari
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
"Demi kemajuan organisasi NU waktu itu, pada tahun 1930-an cabang NU yang semula di sini (Kidangan), dipindahkan ke Blora Kota barat alun-alun," kata Kyai Saerozi.
Kyai Syaerozi (60), suami dari cucu KH. Ma'shum menceritakan, cabang NU pertama di Indonesia ada di Kabupaten Blora berdiri pada 1927 M. tepatnya setahun setelah NU berdiri di Surabaya pada 31 Januari 1926 M.
Berita Majalah Lailatul Idjtima Nahdlotoel Oelama (LINO) pada awal Mei 1971 M. juga pernah memuat informasi cabang NU Blora merupakan cabang pertama di Indonesia. "Saya ingat betul waktu itu, di majalah LINO jelas-jelas disebutkan bahwa NU Cabang pertama berdiri pada tahun 1927 M. dan pusatnya di Kidangan,” ungkapnya.
3.1 Mendirikan Cabang Nahdlatul Ulama
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

