KH. Ahmad Suyuthi Dahlan namanya. Oleh masyarakat Kota Malang, ia dikenal luas dengan sapaan Gus Mad Kacuk – mengingat basis tempat tinggal dan pusat dakwahnya berada di Kacuk, Kebonsari, Kota Malang. Ia tercatat lahir pada 11 September 1939, dari pasangan KH Ahmad Dahlan dan Nyai Ruqoyyah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Ahmad Suyuthi Dahlan namanya oleh masyarakat Kota Malang, beliau dikenal luas dengan sapaan Gus Mad Kacuk mengingat basis tempat tinggal dan pusat dakwahnya berada di Kacuk, Kebonsari, Kota Malang. Beliau tercatat lahir pada 11 September 1939, dari pasangan KH. Ahmad Dahlan dan Nyai Ruqoyyah. KH. Dahlan, ayah Gus Mad, konon dikenal turut berkontribusi dalam masa revolusi fisik pra-kemerdekaan di area Kota Malang. Gus Mad menghabiskan masa kecil di salah satu daerah terpadat di Kota Malang, yaitu di perkampungan Kelurahan Kidul Dalem.
1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikah dengan Nyai Cholifatuz Zahro, anak perempuan dari pengasuh Pesantren Nurul Ulum Kyai Syifa’ dan Nyai Rohmah Noor, dari pernikahannya beliau dikaruniai putra, yaitu KH. Ali Mustofa Asady.
1.3 Wafat
KH. Ahmad Suyuthi Dahlan wafat pada tanggal 17 November 2009. Beliau Gus Suyuthi dimakamkan selepas Ashar di Kompleks pondok pesantren, menempati lahan yang dulu digunakan untuk pengajian ’preman’ Pondok Bambu.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Selain mengaji kepada orang tua dan ulama-ulama lokal di Malang, KH. Ahmad Suyuthi Dahlan menempuh pendidikan pesantrennya pada usia remaja di Pondok Darul Ulum Peterongan. Berdasarkan keterangan almarhum KH. Mahmud Zubaidi, sahabat KH. Ahmad Suyuthi Dahlan yang juga mantan Ketua MUI Kabupaten Malang, setelah mondok di Peterongan KH. Ahmad Suyuthi Dahlan melanjutkan nyantri di KH. Muhammad Said di daerah Ketapang, Kepanjen, Kabupaten Malang. Kyai Said Ketapang inilah yang sangat mempengaruhi metode dakwah maupun wawasan intelektual Gus Mad di masa-masa mendatang.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Ahmad Dahlan
2. Nyai Ruqoyyah
3. KH. Romly Tamim
4. KH. Muhammad Said
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
KH. Suyuthi Dahlan selama ini dikenal sebagai kyai sederhana dan sangat disiplin. Sejak 1967, KH. Suyuthi Dahlan tak henti berdakwah. Blusukan dari kampung ke kampung, hingga berceramah ilmiah di berbagai kampus. Salah satu yang mungkin paling dikenal publik kota ini, adalah pengajian Majelis Gubuk bambu yang didirikannya dalam pesantren.
Forum pengajian ini didirikannya di sebuah lahan seluas 12x8 meter persegi, dengan bangunan sederhana terbuat dari bambu. Pengajian ini istimewa karena diikuti para preman pasar. Melalui ilmu agama yang diajarkan KH. Suyuthi Dahlan, mereka mentas dari dunia kriminal.
Sedangkan Majelis Gubuk Bambu lebih terasa personal bagi para jamaahnya, terutama para mantan preman. Majelis Gubuk Bambu yang bermula sekitar tahun 1980-an ini disebut-sebut menjadi salah satu pionir pembinaan mental spiritual preman di Malang. Rutinitasnya yang masih lestari hingga hari ini adalah majelis istighotsah, yang sebelumnya dibuka dengan forum pengajian dan diskusi yang terhitung “cair dan membumi” untuk para jamaah, dilanjutkan dengan renungan dan shalat taubat, lalu doa bersama. Dari maj
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

