Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdurrochim Yahya, Pengasuh Pesantren Miftahul Huda Malang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdurrochim Yahya, Pengasuh Pesantren Miftahul Huda Malang

1942 – 2011 M · 3.559 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abdurrochim Yahya merupakan pengasuh generasi keempat Pondok Pesantren Miftahul Huda, Gading, Malang. Beliau adalah putra keempat KH Muhammad Yahya. Kiai Rochim (sapaan akrab beliau) dilahirkan di Kota Malang, 17 Maret 1942

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren

4.    Teladan
5.    Referensi

1. Riwayat Hidup

1.1 Lahir
KH. Abdurrochim Yahya atau yang akrab dengan sapaan Kyai Rochim lahir pada tanggal 17 Maret 1942 M di Kota Malang. Beliau merupakan putra keempat dari KH. Muhammad Yahya. Kyai Rochim merupakan pengasuh generasi keempat Pondok Pesantren Miftahul Huda, Gading, Malang.

1.2 Wafat
KH. Abdurrochim Yahya wafat pada tanggal 22 Januari 2011 M/18 Safar 1432 H.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Berdasarkan penuturan beberapa orang dekat beliau, Kyai Rochim menempuh pendidikan agama berpindah-pindah dari satu pesantren ke pesantren lainnya. Di antaranya adalah Pondok Pesantren Maskumambang di Gresik, Ma’hadul Mustarsyidin di Sidoarjo, dan Pondok Pesantren Riyadhotul ‘Uqul di bawah asuhan KH. Miftahul Makno di Talun, Blitar.

KH. Miftahul Makno adalah rekan muda dan sahabat dekat KH. Muhammad Yahya semasa belajar di Pondok Pesantren Jampes, Kediri yang diasuh oleh KH. Ihsan bin KH. Dahlan. Di antara guru-guru Kyai Rochim, KH. Makno-lah yang di murabbi-kan dan dianggap paling dekat dengan beliau.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Muhammad Yahya (ayah),
2. KH. Miftahul Makno, Pondok Pesantren Riyadhotul Uqul Blitar.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
KH. Abdurrochim Yahya tidak seorang diri dalam berperan sebagai pengasuh generasi keempat Pondok Pesantren Gading. Dalam perjuangannya, KH. Abdurrochim ditemani kedua adik laki-laki beliau yakni KH. Abdurrohman Yahya dan KH. Ahmad Arif Yahya.

Muara dari seluruh kebijakan dan pengambilan keputusan adalah KH. Abdurrochim. Sedangkan KH. Abdurrohman mempertimbangkan kebijakan dalam bidang kepesantrenan dan KH. Ahmad Arif, sebagai adik yang paling lama menimba ilmu di beberapa Pondok Pesantren, mengasuh Madrasah Matholiul Huda.

Di samping itu, kedua menantu KH. Yahya yakni KH. Baidhowi Muslich dan KH. M. Shohibul Kahfi juga turut membantu KH. Abdurrochim dalam mengasuh Pondok Pesantren Gading. KH. Baidhowi menyusun dan menjaga relasi antara Pondok Pesantren Gading dengan lingkungan luar, sedangkan KH. Shohibul Kahfi memanajemen organisasi-organisasi internal Pondok Pesantren Gading.

Hal yang benar-benar dipertahankan oleh KH. Rochim dari ayahandanya dalam mengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading adalah dengan melakukan tugas kepengasuhan secara ikhlas. Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading tidak pernah memungut biaya yang terlalu besar dari santri-santrinya.

Biaya yang dikenakan bisa jadi impas hanya untuk biaya listrik dan penerangan saja. Tidak berlebihan jika mengatakan bahwa Pondok Pesantren Miftahul Huda adalah lembaga pendidikan yang sama sekali nirlaba, tidak sedikitpun mengambil keuntungan berupa materi. Pondok Pesantren

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+