Biografi Drs. KH. Cholid Narbuko, Salah Satu Pendiri PMII Asal Salatiga
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Karir
4. Karya-Karya
5. Teladan
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
Di antara para pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang ikut hadir pada pertemuan mahasiswa NU pada tanggal 17 April 1960 M. di Surabaya, terdapat nama KH. Cholid Narbuko. Meski tercatat menjadi wakil dari Malang, KH. Cholid sejatinya berasal dari Kota Salatiga. Kala itu beliau mewakili Malang, sebab statusnya sebagai mahasiswa di Fakultas Tarbiyah wat Ta’lim (FTT) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Malang yang saat ini dikenal dengan nama UNISMA.
1.1 Lahir
KH. Cholid Narbuko, lahir di Salatiga pada tanggal 21 April 1937 M, merupakan putra dari Rais pertama NU Jateng, KH Zubair Umar. Salah satu saudara KH. Cholid adalah KH. Wail Haris Sugianto, juga menjadi aktivis PMII di Kota Surakarta. KH. Wail juga dikenal sebagai Ketua PC IPNU Salatiga, di periode awal 1960-an.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Cholid Narbuko memiliki keluarga yang harmonis. Beliau menikah pada 26 April 1964 M. dengan wanita asal Cepu, Nyai Hj. Siti Rosyidah binti KH. Samsul Hadi. Dari pernikahan tersebut beliau dikaruniai 5 orang anak yakni:
1. Dra Tina Wasithoh F.N,
2. Ning Ririn Siti Hajar Amd,
3. Gus Mohammad Umar Fatah Wijaya S.SSO MA,
4. Ning Noor Syamsiah Alina Amd,
5. Ning Jazimah Thoifatul Muthmainah Amd.
1.3 Wafat
Menjelang usia ke-62 tahun, tepatnya pada tanggal 13 Juni 1999 M, KH. Cholid Narbuko wafat. Beliau dimakamkan bersama sang ayah, KH. Zubair, di kompleks pemakaman sebelah barat Masjid Jami’ Al-Atiq Kota Salatiga.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Semasa hidupnya KH. Cholid Narbuko dikenal sebagai seorang tokoh akademisi. Selain kuliah di FTT UNU Malang (1965-1969 M), beliau juga berhasil memperoleh gelar Sarjana di FISIP Unej Jember (1968 M).
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Seperti halnya sang ayah, KH. Cholid juga banyak mengabdikan hidupnya di dunia pendidikan. Salah satu pendiri SMPNU Malang (1965 M) ini, setelah sempat mengabdikan diri di Departemen Agama Provinsi Jateng di Semarang, beliau memilih untuk mengajar di PGA Jember (1967–1969 M).
Tangan dinginnya dalam dunia pendidikan juga telah membawanya menjadi Dekan Fakultas Tarbiyah di beberapa perguruan tinggi. Berawal menjadi Pembantu Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Kudus yang kala itu masih menginduk di Sunan Kalijaga (1969 M), beliau terpilih menjadi Dekan di Fakultas tersebut (1970-1975 M) yang kemudian berpindah induk ke IAIN Walisongo Semarang.
Setelah itu, beliau dipercayakan menjadi dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Semarang (1975–1977 M). Kemudian menjadi Dekan Fakultas Tarbiyah di Salatiga (1978–19
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

