KH. Mursyid Alifi dilahirkan pada tanggal 25 November 1944 M di desa Ganjaran.Beliau putra termuda dari 6 bersaudara. Sejak kecil beliau telah menjadi yatim piatu, beliaupun tinggal bersama dengan saudara-saudaranya.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
2.3 Mengasuh Pondok Pesantren
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Mursyid Alifi lahir pada tanggal 25 November 1944 M di Desa Ganjaran, beliau merupakan putra termuda dari 6 bersaudara. Sejak kecil beliau telah menjadi yatim piatu, dan akhirnya tinggal bersama dengan saudara-saudaranya.
1.2 Wafat
Beliau wafat pada tanggal 15 Ramadhan 1410 H, menurut cerita KH. Khozin tiada pernah menangis ketika abahnya (KH.Yahya) wafat. Akan tetapi ketika Kyai Mursyid wafat tiba-tiba beliau menangis, KH. Khozin memanggil Ustadz Sya’roni ke belakang mushala dengan memegang pundaknya, sambil menangis beliau berkata, ”setelah ini siapa yang akan menjadi temanku?” Kyai Khozin merasa sangat terpukul karena adanya Kyai Mursyid sangat berperan baik.
1.3 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1971 beliau kembali ke Desa Ganjaran. Tak lama kemudian beliau dinikahkan oleh KH. Yahya Sabrawi dengan putrinya yang saat itu masih nyantri di Jombang.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Beliau menimba ilmu pada KH. Yahya Syabrawi, kemudian setelah menginjak dewasa, beliau nyantri di Peterongan Jombang dan Bangkalan Madura pada KH. Kholil, selama 2 tahun. Setelah menyelesaikan mondoknya, beliau melanjutkan kuliah di IAIN Sunan Ampel Bangkalan, yang menjadi cabang IAIN Surabaya. Setelah selesai, beliau mendapat gelar sebagai Sarjana Muda. Untuk melengkapi gelarnya beliau melanjutkan kembali kuliahnya di IAIN Malang.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Yahya Syabrowi
2. KH. Kholil Bangkalan
3. KH. Ramli Tamim
2.3 Mengasuh Pondok Pesantren
Sejak beliau menjadi menantu KH. Yahya Sabrawi, banyak perubahan pada Yayasan Raudlatul Ulum termasuk pada sekolah MI (6 tahun), Muallimin (6 tahun), PGA (saat ini PGA berubah menjadi MA Raudlatul Ulum). Sejak Kyai Mursyid mengelola Madrasah Raudlatul Ulum dan saat itu beliau menjadi Kepala Sekolah MTS dan MA, saat itu pula adanya ujian nasional (UN). Pertama kali mengikuti Ujian Nasional MTs para siswa diujikan ke PGA di Jalan Bandung, setelah itu ujian MA para siswa diajukan ke MAN Batu.
Pada masa awal perkembangannya, pendidikan di Madrasah Raudlatul Ulum menggunakan metode salaf. Bahkan kebiasaan siswa dalam belajar juga masih berperilaku santri zaman dulu seperti memakai sarung dan bakiak. Tetapi, karena perkembangan zaman, KH. Mursyid dibantu KH. Yahya berinisiatif memasukkan kurikulum dari pemerintah. Semenjak itulah Madrasah Raudlatul Ulum semakin pesat perkembangannya dan semakin diminati masyarakat.
3 Penerus
3.1 Anak beliau yang menjadi penerus
Adib Alifi Mursyid, MA
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier
Karier Profesional
1. Pengasuh Pesantren Raudlat
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

