Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdul Aziz Husein, Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Malang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdul Aziz Husein, Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Malang

1970 – 2002 M · 3.702 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abdul Aziz Husein lahir pada tahun 1970, tepatnya tanggal 15 Desember di Kota Jakarta kelurahan Tebet Barat kecamatan Tebet Jakarta Selatan, dari orang tua yang bernama H. Muhammad Husein dan Hj. Martini.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi kepala Madrasah
3.2  Mengajar di Pesantren dan Perguruan Tinggi

4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Abdul Aziz Husein, lahir pada tanggal 15 Desember 1970 M, di Kota Jakarta, Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dari orang tua yang bernama H. Muhammad Husein dan Hj. Martini. 

1.2 Riwayat Keluarga
Satu hari selepas Wisuda dan mendapatkan gelar Sarjana Agama (S.Ag), pada bulan Januari tahun 1995 M. beliau bersama keluarga dari Jakarta pergi ke Blitar di desa Kanigoro untuk melamar seorang wanita yang bernama Leny Riyadhul Badi’ah, putri dari Bapak Abdul Wahid dan Umi Khairiyah. Kemudian jelang satu tahun tepatnya bulan Januari 1996 beliau menikah yang Alhamdulillah sampai saat ini sudah dikarunia 3 anak, satu putri dan dua putra yakni:

  1. Ning Wardah Aulia Iswara,
  2. Gus Abdurrahman Azizi,
  3. Gus Ahmad Ridho Azizi.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
KH. Abdul Aziz Husein mengawali pendidikan pada tahun 1977 M. di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Tebet Timur Jakarta Selatan, setelah lulus MI beliau memiliki niatan kuat meneruskan pendidikan di pondok pesantren, begitu pula dengan niatan abah beliau untuk memondokkan di Darul Rohman (KH. Syukron Ma’mun) Senayan Jakarta Barat, akan tetapi dengan pertimbangan ekonomi yang dikhawatirkan, pendidikan beliau terputus karena putusnya biaya, maka orang tua menginginkan beliau untuk meneruskan di Jakarta saja tepatnya di Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Tebet Timur Jakarta Selatan.

Alhamdulillah, tepat satu minggu setelah beliau dinyatakan lulus dari Mts Mu’allimin, Abah beliau menyuruh untuk siap-siap berangkat ke Malang Jawa Timur yang pada saat itu beliau belum mengenal Daerah Jawa Timur khususnya Kota Malang.

Setelah beliau tanyakan di Pondok mana dan siapa Kyainya, ternyata Abah beliau tidak mengetahui. Abah beliau hanya tahu dari teman ngajinya dan termasuk gurunya yaitu KH. Hasan yang saat itu putranya sudah mondok di Malang setahun yang lalu yaitu Kyai Sholeh bin KH. Hasan, yang merupakan teman beliau waktu kecil seperti bermain bola, kelereng dan lain-lain.

Berangkatlah beliau dari Jakarta menuju kota Malang pada tahun 1987 M. bersama KH. Hasan dan putranya, Kyai Sholeh. Tanpa orang tua ataupun keluarga yang menemani beliau ke Malang, tepatnya Idul Fitri 7 hari dengan naik kereta api Bima Jurusan Surabaya, kemudian dari Surabaya menuju Tanggul untuk menghadiri Haul Besar Al-Qutub Al-Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid Tanggul Jember. Setelah menghadiri haul, rombongan langsung berangkat ke Pondok Pesantren Daruttauhid Malang.

Setelah masuk ke Pesantren Daruttauhid Malang, beliau masuk di kelas 6 Ibtidaiyah kurikulum pondok pesantren. Pada saat itu pondok belum membuka pendidikan formal, santri yang ingin melanjutkan pendidikan formalnya dibolehkan oleh pihak pesantren untuk melanjutkan di luar pondok, akan tetapi beliau tidak punya niat untuk langsung melanjutkan pendidikan formal demikian p

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+