Beliau menjabat sebagai pengasuh Pondok Pesantren Ismoiliyah dan ketua yayasan pendidikan Bahaudin yang berada di Ngelom, Sepanjang, Sidoarjo. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ismailiyah generasi ketiga setelah KH.Hamzah Ismail dan KH. Imron Hamzah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mengasuh Pondok Pesantren
3.2 Karier
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Sholeh Qosim lahir pada tanggal 1 Januari 1930, dari pasangan Kyai Qosim dan ibu Nyai Fatihah yang merupakan tokoh agama di wilayah tersebut.
1.2 Wafat
KH. Sholeh Qosim wafat pada hari kamis tanggal 10 Mei 2018 di kediaman beliau di Ngelom Sepanjang, Sidoarjo. beliau wafat pada saat sedang melaksanakan Sholat Maghrib dan pada saat posisi sedang sujud dengan tasbih yang masih melingkar
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Sholeh Qosim menikah dengan Nyai Khudoifah pada tahun 1954, dari pernikahan ini, Kyai Sholeh Qosim dikaruniai Sembilan orang anak yang terdiri dari delapan laki-laki dan satu perempuan yang diantaranya:
- Khusnul Huda Sholeh
- Mutholiah Sholeh
- Hasan Muhdlor (Alm)
- Muhammad Nuh Sholeh
- Abdul Mun’im Sholeh
- Ahmad Jazuli Sholeh
- Shihabudin Sholeh
- Abdul Haq Ahmad
- Ahmad Faisol (Alm)
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Sholeh Qosim, seorang ulama ternama, telah mengalami sejumlah peristiwa dan pengalaman penting dalam perjalanannya menuju kepakarannya. Dari usia dini, Sholeh Qosim kecil telah dibimbing oleh ayah dan pamannya. Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Rakyat Khalas Khul dan berlanjut ke Sekolah Rakyat Kopkuning Kapku. Meskipun demikian, keterlibatannya dalam gerakan perjuangan kemerdekaan, terutama bersama Laskar Sabilillah, turut memengaruhi perkembangan dirinya saat masa sekolah.

