Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Sholeh Qosim, Pengasuh Pondok Pesantren Ismailiyah Sidoarjo
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Sholeh Qosim, Pengasuh Pondok Pesantren Ismailiyah Sidoarjo

1930 – 2018 M · 8.301 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Beliau menjabat sebagai pengasuh Pondok Pesantren Ismoiliyah dan ketua yayasan pendidikan Bahaudin yang berada di Ngelom, Sepanjang, Sidoarjo. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ismailiyah generasi ketiga setelah KH.Hamzah Ismail dan KH. Imron Hamzah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mengasuh Pondok Pesantren
3.2  Karier

4.    Referensi

 

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Sholeh Qosim lahir pada tanggal 1 Januari 1930, dari pasangan Kyai Qosim dan ibu Nyai Fatihah yang merupakan tokoh agama di wilayah tersebut.

1.2 Wafat
KH. Sholeh Qosim wafat pada hari kamis tanggal 10 Mei 2018 di kediaman beliau di Ngelom Sepanjang, Sidoarjo. beliau wafat pada saat sedang melaksanakan Sholat Maghrib dan pada saat posisi sedang sujud dengan tasbih yang masih melingkar

1.3 Riwayat Keluarga
KH. Sholeh Qosim menikah dengan Nyai Khudoifah pada tahun 1954, dari pernikahan ini, Kyai Sholeh Qosim dikaruniai Sembilan orang anak yang terdiri dari delapan laki-laki dan satu perempuan yang diantaranya:

  1. Khusnul Huda Sholeh
  2. Mutholiah Sholeh
  3. Hasan Muhdlor (Alm)
  4. Muhammad Nuh Sholeh
  5. Abdul Mun’im Sholeh
  6. Ahmad Jazuli Sholeh
  7. Shihabudin Sholeh
  8. Abdul Haq Ahmad
  9. Ahmad Faisol (Alm)

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Sholeh Qosim, seorang ulama ternama, telah mengalami sejumlah peristiwa dan pengalaman penting dalam perjalanannya menuju kepakarannya. Dari usia dini, Sholeh Qosim kecil telah dibimbing oleh ayah dan pamannya. Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Rakyat Khalas Khul dan berlanjut ke Sekolah Rakyat Kopkuning Kapku. Meskipun demikian, keterlibatannya dalam gerakan perjuangan kemerdekaan, terutama bersama Laskar Sabilillah, turut memengaruhi perkembangan dirinya saat masa sekolah.

Ketertarikan Sholeh Qosim kecil untuk mondok di Pesantren al-Falah Ploso diputuskan karena keterbatasan biaya. Namun, perang kemerdekaan membawanya ke Mojokerto, di mana beliau bertemu dengan banyak tokoh agama, terutama santri dan kyai. Di sinilah beliau diperkenalkan dengan Pesantren Darul Ulum di Desa Rejoso, Jombang, yang diasuh oleh KH. Romli Tamim.

Pendidikan formal Sholeh Qosim remaja dilanjutkan di Pesantren Darul Ulum Peterongan, Jombang. Di sini, selain menempuh pendidikan formal, juga mendalami ilmu agama dari KH. Romli, seorang Mursyid Tarekat terkenal, dan Kyai Dahlan yang memiliki pengalaman mengajar di Mekkah selama 13 tahun.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Pesantren Darul Ulum Rejoso, Sholeh Qosim remaja tidak melanjutkan pendidikannya di pesantren lain. Sebaliknya, memilih untuk langsung berguru kepada beberapa ulama secara langsung. Pernikahannya dengan Nyai Khudhoifah membawanya tinggal di Ngelom, di mana beliau memanfaatkan kesempatan untuk belajar dari ayah mertuanya dan kakak iparnya. Selain itu,  juga belajar dari Habib Umar dan ulama terkemuka lainnya, seperti Kyai Abdul Hamid Pasuruan, yang merupakan pengasuh Pesantren Sidogiri. Dalam proses belajar ini,  juga aktif dalam kegiatan

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+