KH. Abdul Fattah Jalalain dilahirkan di desa Kapurejo kec. Pagu kabupaten Kediri pada 9 April 1909 putra dari kyai Arif bin Kyai Hasan Alwi dengan nyai Sriatun binti kiai Hasan Muhyi. Leluhur kyai Fatah adalah seorang pejuang pemimpin perang melawan Belanda.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdul Fattah Jalalain dilahirkan di desa Kapurejo kec. Pagu kabupaten Kediri pada 9 April 1909 putra dari kyai Arif bin Kyai Hasan Alwi dengan nyai Sriatun binti kiai Hasan Muhyi. Leluhur kyai Fatah adalah seorang pejuang pemimpin perang melawan Belanda.
1.2 Wafat
KH. Abdul Fattah Jalalain wafat pada hari Ahad, 1 Juni 1969 kurang lebih pukul 06:30, karena sakit.
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Abdul Fattah Jalalain menikah dengan putri Kiai Yasir yang merupakan menantu dari Kiai Hasan Muhyi. Kiai Yasir adalah salah seorang murid Syekh Kholil Bangkalan Madura dan juga teman KH. Hasyim As’ary, Kiai Abdul Karim Lirboyo, Kiai Ma’ruf Kedunglo, dan lain-lainnya. Ini berarti Kiai Abdul Fattah dengan Istrinya Masih ada hubungan tali saudara.
Putri Kiai Yasir bernama Nyai Nuraini. Selama tiga puluh tahun masa berumah tangga bersama Nyai Nuraini, Kiai Abdul Fattah di karunia Allah sembilan anak, tiga putra dan enam putri, mereka adalah :
- Muhsinatun
- Muhtaroran
- Abdul Qodir
- Mardliyah
- Mahmudah
- Mufarrijatun
- Moh. Atho’urrohman
- Moh. Muti’ullah
- Nusrotul Aziz
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak dari kecil Kyai Abdul Fattah sudah dididik ilmu agama yang ketat oleh ayahnya yaitu Kyai Arif. Kyai Arif yang terkenal mempunyai
watak keras tidak segan dalam mendidik istri dan anak dengan kedisiplinan yang tinggi. Beliau marah besar kalau ada keluarganya melanggar syari’at
atau norma-norma agama Islam. Dari didikan yang keras dan disiplin tersebut, Kyai Arif patut berbangga, karena putra-putrinya semuanya menjadi Kyai
atau bersuamikan Kyai, menjadi penyebar Islam di daerah-daerah yang masih tandus keislamannya serta mendirikan pesantren sebagai basis
kegiatan dakwahnya.
Usai lulus dari Sekolah Rakyat (SR) Mrican, Kyai Fattah melanjutkan menimba ilmu di pesantren Gedongsari Prambon Nganjuk di pesantren ini Kyai Fattah belajar dengan mengikuti pamannya Kyai Ilyas. Setelah mondok di pesantren Gedongsari Prambon Nganjuk beliau melanjutkan pengembaraan ilmunya di Pondok Pesantren Kapurejo Pagu Kediri Pondok Pesantren Ini didirikan oleh Kiai Hasan Muhyi, Kiai Fattah Nyantri di pesantren ini selama empat tahun, yang pada dasarnya dia berguru kepada calon mertuanya sendiri yaitu Kiai Yasir.
Kyai Fattah memutuskan untuk belajar di Pondok Pesantren Tebu Ireng yang merupakan akhir pengembaraan Kiai Fattah dalam belajar ke pesantren-pesantren. Saat itu Kiai Fattah memulai belajar di pesantren ini berusia
Bisa di ka
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

