Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Hasyim Hasan Fatah, Pengasuh Pesantren Al Fatah Banjarnegara
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Hasyim Hasan Fatah, Pengasuh Pesantren Al Fatah Banjarnegara

1938 – 2013 M · 4.521 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Hasyim Hasan Fatah, Pengasuh Pesantren Al Fatah Banjarnegara

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru
2.3  Mendirikan Pondok Pesantren

3.    Penerus
3.1  Anak-Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Karier

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. Hasyim Hasan Fatah lahir di Dusun Jambansari Parakancanggah pada tanggal 7 Juli 1938 dengan nama Hasyim. Putra pertama dari tujuh orang putra-putri KH. Hasan Fatah dengan Ny. Sama'i, sejak kecil tumbuh dan berkembang di bawah asuhan ayah dan ibunya di lingkungan pondok pesantren yang telah dirintis oleh kakeknya KH. Abdul Fatah, putra Kyai Naqim (Maqim) dari Sawangan Madukara.

Kyai Hasyim kecil masih menjumpai kakeknya. Saat kakeknya wafat, ia masih berusia 4 tahun. Kondisi ini sangat memberikan pengaruh kejiwaan padanya di saat beinteraksi dengan sang kakek yang terkenal seorang yang 'alim,faqih dan riyadloh. Sementara ibunya, Ny. Sama'i merupakan putri ketiga dari H. Abdusshomad Koplak Banjarnegara. Kakek dari ibunya ini diriwayatkan berasal dari Yogyakarta.

1.2 Wafat
Karena kondisi beliau semakin kurang baik, sekitar pukul 10.30 pihak keluarga akhirnya membawa beliau ke RSUD Banjarnegara. Setelah di UGD RSUD Banjarnegara tidak berapa lama kemudian sekitar pukul 11.15  tanggal 21 April 2013 Allah SWT menghendaki beliau untuk sowan kepada-Nya, Innaa lillahi wa innaa ilaihi roji'uun.

1.3 Riwayat Keluarga
Setelah lama mondok di Lasem, akhirnya Allah SWT. Mentakdirkan Kyai Hasyim mejadi menantu gurunya yaitu KH. Thoblawi Tuyuhan pada tahun 1962. Kyai Hasyim menikah dengan Ny. Siti Mas'udah puteri ketiga dari KH. Thoblawi Tuyuhan dengan Ny. Hj. Rabi'ah Adawiah Tuyuhan. KH. Thoblawi adalah putera pertama KH. Ibrohim, seorang 'ulama' dari Tuyuhan Lasem yang memiliki garis keturunan dari Mbah Sambu (Sayyid Abdurrahman Basyaiban) Lasem.

Setelah menikah, Kyai Hasyim masih meneruskan ngaji di pondok. Tiga tahun kemudian pada tahun 1965, beliau mulai hidup bersama istri dengan memboyongnya ke Parakan Canggah. Kehidupan awal rumah tangga beliau benar-benar dimulai dari titik nol, sehingga lika liku kehidupan yang serba sulit pernah dilaluinya. Meski demikian, kesibukanya mencukupi kehidupan keluarga tidak menghalanginya untuk terus membantu ayahnya dalam mengaji kepada para santri.

Dari pernikahan tersebut, hingga wafat Kyai Hasyim dikaruniai 8 anak dan 16 cucu. Semua putra-putrinya senantiasa tidak pernah lepas dari pendidikan pesantren.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

Di sela-sela mengaji tersebut, KH. Hasyim Hasan Fatah kecil mendapat bimbingan dan pendidikan  agama langsung dari ayahnya. Menurut riwayat, ayahnya sangat keras sekali dalam membimbing mengaji

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+